BRI siap bantu akses pasar lebih luas bagi UMKM lewat Gernas BBI

·Bacaan 3 menit

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI siap membantu memberikan akses ke pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI lewat pameran virtual industri kreatif UMKM BRILIANPRENEUR yang mengambil tema LOKAL KEREN JATIM.

Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto mengatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan niat bank BRI di mana setiap tahunnya BRI memiliki kegiatan bernama BRILIANPRENEUR yang diupayakan agar UMKM-UMKM bisa didorong untuk ekspor.

"Ini tujuannya apa? Dalam kondisi pandemi di mana UMKM biasanya kuncinya adalah tatap muka, kita ingin membantu memberikan akses ke pasar yang lebih luas lagi," ujar Catur Budi Harto dalam konferensi pers daring Bangga Buatan Indonesia: Jawa Timur dari BRI di Jakarta, Rabu.

Dengan demikian, lanjut dia, berkaitan dengan kegiatan BBI ini maka dalam BBI: Lokal Keren Jatim ini terdapat acara business matching yang mempertemukan pembeli (buyer) luar negeri melalui komunikasi virtual dengan para pelaku UMKM yang ada.

Baca juga: Kementerian BUMN ungkap dua tujuannya dalam Gernas BBI bantu UMKM

Selain itu juga terdapat pameran virtual 3D yang dilakukan BRI, serta akan juga terdapat bentuk-bentuk pelatihan bagi UMKM sehingga akan membantu meningkatkan akses pasar.

"Harapan kita dalam event ini, para pelaku UMKM mampu menjadikan bisnis mereka lebih modern, go digital, dan selanjutnya BRI berharap UMKM mampu bersaing di pasar lokal ataupun menembus pasar internasional," ujar Wadirut BRI tersebut.

Dia menilai bahwa sektor UMKM penting karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data dari Kemenkop UKM, terdapat lebih dari 60 juta pelaku UMKM yang mana hampir 99 persen porsinya daripada pelaku usaha, kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 60 persen.

Hal yang kedua adalah di BRI sendiri porsi UMKM minimal sekitar 80 persen atau hampir Rp750 triliun dari porsi kredit BRI ada di UMKM.

Dalam konteks Gernas BBI bulan Agustus tahun ini, ini merupakan momentum pas di mana UMKM setelah BRI selamatkan, BRI lakukan pembinaan secara bersama-sama, ada upaya untuk menjembatani UMKM menuju ke pasar.

Baca juga: Digitalisasi sebaiknya menggunakan produk lokal

"Program BBI ini kita rangkaikan dengan program UMKM BRILIANPRENEUR kita, karena ini merupakan suatu proses kurasi dari serangkaian mitra-mitra kita di UMKM," kata Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto.

BRI menggelar pameran virtual industri kreatif UMKM BRILIANPRENEUR yang mengambil tema LOKAL KEREN JATIM. Kegiatan ini merupakan wujud nyata usaha BRI untuk mendorong bangkitnya UMKM Indonesia melalui gerakan nasional #BANGGABUATANINDONESIA (BBI).

Sebanyak 251 UMKM terpilih mewakili Jawa Timur terdiri dari beberapa bidang industri seperti fashion, food & beverage, craft & home décor, accessory & beauty. Mereka berasal dari UMKM binaan Bank BRI, Bank Indonesia, Dinas Koperasi & UKM Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dewan Kerajinan Nasional Provinsi Jawa Timur, One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jawa Timur, Rumah BUMN, Wingsfood, dan Jayaboard.

Lokal keren Jatim, juga akan menghadirkan potential buyers secara virtual dari beberapa negara seperti Malaysia, Australia, Hongkong, China, Canada, Amerika Serikat dan masih banyak negara-negara lain. Kegiatan business matching tersebut selain akan menghasilkan transaksi, interaksi dengan buyers akan bermanfaat sebagai sarana transfer knowledge dan juga bermanfaat bagi UMKM untuk menembus pasar ekspor. Tujuannya agar pelaku UMKM siap dan mampu memasuki pasar global dengan dukungan penuh dan bantuan BRI. Ajang ini juga menjadi tempat bertemunya pelaku UMKM Jawa Timur dengan buyer internasional dari berbagai negara secara virtual di dalam rangkaian acara Business Matching.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel