Brigadir J Disebut Suka ke Tempat Hiburan Malam, Ini Respons Pengacara Keluarga

Merdeka.com - Merdeka.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak kesaksian Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo yang membeberkan sejumlah sikap buruk Brigadir J, di antaranya soal suka ke tempat hiburan malam. Dia menilai keterangan itu tidak masuk akal dan sengaja untuk merusak karakter korban.

"Jadi kan begini, pembantu atau ART itu kan di rumah. Kalau dia masak, memasak dia di dapur, seputar dapur ya. Kalau dia ART bagian sekuriti ya mengawasi rumah. Kalau ART bagian taman atau ini adanya di taman atau kebun-kebun. Jadi kalau dia bilang ada (Brigadir J) di nightclub setiap hari atau tiap minggu, itu sih bukan ART, itu clubber atau penghibur," tutur Kamaruddin kepada wartawan, Minggu (13/11).

Menurut Kamaruddin, Brigadir J dilahirkan dalam kondisi sehat dan baik. Dia berhasil diterima sebagai anggota Polri dengan riwayat medis dan mental yang teruji, bahkan mampu melewati berbagai macam ujian akademik dan kerja.

"Jadi ini kan keterangan yang tidak masuk akal, yang sengaja mereka ciptakan untuk merusak karakter daripada almarhum. Itu sudah pasti keterangan palsu," jelas dia.

Kebohongan Bersama

Kamaruddin pun mencontohkan prestasi Brigadir J di Polri, di antaranya dia pernah tercatat menjadi penembak jitu atau sniper terbaik di Satuan Brimob sehingga kemudian direkrut ke Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri. Di divisi tersebut pun dia memiliki prestasi yang baik dan akhirnya dijadikan sebagai ajudan Ferdy Sambo.

"Terbaik juga jadi ajudan, makanya dikasih mengawal istrinya, yaitu PC. Terbaik juga makanya dia diangkat jadi Satgas Merah Putih. Terbaik juga makanya dia lulus kuliah dengan IPK yang sangat bagus 3,5 apa 3,6 itu kan. Kemudian sampai tanggal 4 Juli 2022 dia masih dianggap terbaik oleh Putri, dipuji-puji sebagai ajudan yang luwes dan tangkas, sampai bingung mau kasih gaji berapa. Terbaik juga ketika dia ulang tahun dikasih caption yang indah-indah oleh Putri," ujarnya.

Kamaruddin menyesalkan setelah Brigadir J kehilangan nyawa, kini kubu Ferdy Sambo melancarkan pembunuhan terhadap karakternya. Dia menegaskan bahwa keterangan saksi di persidangan yang menyudutkan sikap kliennya adalah kebohongan bersama.

"Jadi yang salah itu adalah penyidik, karena penyidik tidak berhasil memisahkan ART itu dari Sambo. Harusnya mereka itu diinapkan di LPSK. Sepanjang mereka mengabdi kepada Sambo, menerima gaji dari Sambo atau PC, ya keterangan benar apa yang kita harapkan dari orang yang duduknya tidak objektif? Mereka kan duduknya subjektif atas nama Sambo, otomatis keterangannya juga, namanya dia digaji Sambo, otomatis dia tidak mau memberikan keterangan benar kecuali sesuai keinginan Sambo atau pengacaranya," tandas Kamaruddin.

Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com.

[yan]