Brigjen Ida, Jenderal Berhijab yang Ikut Dampingi Komjen Sigit

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Kapolri di hadapan para anggota Komisi III DPR pada Rabu, 20 Januari 2021. Akhirnya, Listyo disetujui sebagai calon Kapolri oleh Komisi III DPR.

Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan, Listyo Sigit mengaku didampingi sejumlah perwira tinggi (pati) Polri yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto, Kepala Baharkam Polri Komjen Agus Adrianto, Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Selanjutnya, Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada selaku Ketua Tim Ahli calon Kapolri, Kapolda Sulawesi Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, Brigjen Ida Utari, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta serta dua orang staf dan operator.

"Mohon izin, yang hadir mendampingi kami ini susunannya adalah urutan senior mulai dari 87, 88, 89, 90, letingan 91 dan adek-adek kami. Jadi, saat ini Polri solid," kata Listyo saat uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Lalu, siapa Brigjen Ida Utari yang disebut-sebut namanya oleh Listyo Sigit saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri kemarin.

Ida Utari merupakan polisi wanita (Polwan) berjilbab yang menyandang pangkat jenderal bintang satu di pundaknya atau Brigadir Jenderal (Brigjen). Ternyata, Ida Utari dimandatkan sebagai orang nomor empat dalam organisasi polisi wanita sedunia atau International Association of Women Police (IAWP).

"Iya, saya sekarang jadi Ketua Konvensi Polwan se-Dunia yang akan dilaksanakan di Indonesia. Saya juga sekarang Vice President IAWP. Jadi, saya Wakil Presiden ke-3 IAWP," kata Ida kepada VIVA pada Kamis, 21 Januari 2021.

Menurut dia, untuk jabatan Wakil Presiden IAWP diisi oleh perwakilan negara. Sementara, Presiden IAWP dari Amerika Serikat. Kemudian, jabatan Wakil Presiden ke-1 diisi dari UK, Wakil Presiden ke-2 dari Afrika Selatan dan Wakil Presiden ke-3 IAWP dari Indonesia.

"Saya baru diangkat tahun lalu (2020), sampai 3 tahun ke depan," ujarnya.

Dilansir dari situs Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, IAWP merupakan organisasi yang menaungi polisi wanita sedunia yang diresmikan di Los Angeles, California, Amerika Serikat, sejak tahun 1915. Anggotanya, ada ribuan personel polisi wanita yang tersebar di 73 negara. IAWP menyelenggarakan training conference secara tahunan di lokasi yang berbeda.

Pada Maret 2019, International Association of Women Police (IAWP) secara resmi mengumumkan bahwa Polri terpilih sebagai penyelenggara konferensi Polisi Wanita terbesar di dunia yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Hal ini merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap kapabilitas Polwan RI dan menjadi hadiah yang luar biasa menjelang Perayaan Hari Jadi Polwan yang jatuh pada tanggal 1 September 2019.

Setelah bergulir selama 104 tahun, untuk pertama kalinya konferensi tersebut akan diselenggarakan di benua Asia, dan Indonesia mendapat kehormatan sebagai negara Asia pertama yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

Terpilihnya Polri sebagai penyelenggara konferensi tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan hasil dari proses panjang kerja keras tim dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

Diawali dengan pembentukan Panitia IAWP 2020, motornya adalah Brigjen Pol Krishna Murti. Selanjutnya, di bawah bimbingan Kadivhubinter Polri, Irjen Maltha, panitia mulai menyusun strategi pemenangan tim Polwan RI dalam open bidding penyelenggaraan konferensi bergengsi dimaksud di Quito, Ecuador tanggal 5 Maret 2019.

Polwan yang ditunjuk untuk mengikuti bidding adalah tersebut Brigjen Polisi Ida Oetari Purnamasasi, AKBP Yuli Cahyanti, dan AKP Anggraini Putri. Atas dukungan dari seluruh panitia, tim tersebut berhasil memenangkan bidding yang mengantarkan Polri sebagai penyelenggara konferensi IAWP 2020 yang akan mengambil tempat di Yogyakarta.

Baca juga: Beredar Foto SBY Tidur di Tenda Saat Ada Bencana