Brigjen Rusdi Bantah Jika Brigjen Danny Sudah Diincar OPM

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur saat menjalankan tugas akibat ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau OPM di Kampung Dambet Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada Minggu, 25 April 2021.

Sebelum tewasnya Brigjen Danny, sempat ada satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Raider 400, Pratu Lucky Y. Matuan atau Lukius yang diduga bergabung ke kelompok kriminal bersenjata.

Namun, bagaimana kata Polri terkait adanya dugaan keterlibatan membelotnya prajurit tersebut?

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono tidak mau berspekulasi terlalu jauh apakah Brigjen Danny ini sengaja diincar menjadi target atau tidak.
Menurut dia, sepertinya aksi KKB ini spontan ketika melihat musuhnya.

“Waduh, itu kan proses di sana, medan di sana. Tentunya apabila musuh melihat musuh, ya pasti akan di itu. Hanya seperti itu,” kata Rusdi di Mabes Polri pada Selasa, 27 April 2021.

Sementara ini, kata Rusdi, belum ditemukan adanya dugaan keterlibatan prajurit TNI yang membelot gabung ke KKB atas tewasnya Brigjen Danny tersebut. Yang jelas, lanjut dia, mungkin ketika KKB melihat ada sasaran maka akan dikenakan.

“Sama juga dengan Polri dan TNI, ketika ada sasaran ya pasti sasarannya akan dikenakan. Enggak (ada keterlibatan anggota TNI yang membelot). Itu hanya kegiatan beliau di sana menjadi bagian ketika bertugas di sana, harus ke sana. Beliau melaksanakan tugas itu secara penuh tanggungjawab,” ujarnya.

Untuk itu, Rusdi menyampaikan Kepolisian Republik Indonesia berduka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI Angkatan Darat terbaik, Brigjen Putu Danny saat melaksanakan tugas di Papua.

“Kita semua mendoakan semoga arwah almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa,” tandasnya.

Pada hari Minggu, 25 April 2021, Satgas BIN dengan Satgas TNI-Polri melakukan perjalanan menuju Kampung Dambet Distrik Beoga, Kabupaten Puncak dalam rangka observasi lapangan dan pengejaran bersama Pasukan TNI-Polri untuk pemulihan keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai Milik Benert Tinal (Kepala Suku Distrik Beoga), yang dibakar pada tanggal 17 April 2021 serta untuk memotong pergerakan KKB ke Illaga.

Saat melakukan perjalanan itu, Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri dihadang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) sekira jam 15.50 WIT. Aksi baku tembak terjadi di sekitar gereja Desa Dambet, Beoga, Puncak.

Akibat kontak tembak tersebut, mengakibatkan korban dari Satgas BIN, Kabinda Papua Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya tertembak di bagian belakang kepala dan tembus depan kepala yang mengakibatkan gugur sebagai kusuma bangsa.

Sedangkan, Asisten Operasi Kogabwilhan III, Brigjen Suswatyo memastikan ada satu anggota TNI dari Raider 400, Pratu Lucky Y Matuan (Lukius) telah membelot ke KKB. Menurut dia, Pratu Lukius kelana yuda atau meninggalkan tugas bergabung dengan KKB di Intan Jaya.

Ia mengatakan Raider 400 berada dalam naungan Kodam IV/Diponogoro yang melaksanakan tugas di Kabupaten Intan Jaya, sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021.

“Disaat penugasan itu, Pratu Lukius membelot. Dia pun tidak membawa senjata,” kata Suswatyo.