Brigjen Rusdi: Perempuan Penghina Alquran Alami Gangguan Jiwa

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengatakan kalau video viral seorang perempuan menghina Alquran dan membakar bendera merah putih yang diunggah akun Facebook bernama Ani direkam tahun 2020 lalu. Kasus tersebut sempat ditangani oleh Polres Karawang.

"Terkait video viral ini setelah dilakukan penyelidikan oleh Subdit I Pidum, ternyata adalah video tahun 2020 yang terjadi di wilayah hukum Polres Karawang dan sempat ditangani polres," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Polisi Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis 1 Juli 2021.

Rusdi menyebut kasus tersebut telah ditutup oleh Polres Karawang. Hal itu, lantaran perempuan dalam video ternyata mengalami gangguan jiwa. Alhasil kasus tidak dilanjutkan. Penyidikan dihentikan merujuk Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 44 ayat (1).

"Kasus dihentikan penyidikannya karena hasil observasi psikiatri terhadap pelaku diklasifikasikan mengidap penyakit kejiwaan (Pasal 44 KUHP)," katanya.

Sebelumnya diberitakan, dalam sepekan ini viral video penista agama. Penghina Nabi Muhammad, pelecehan salat hingga penghina Alquran. Untuk video yang terakhir sedang diproses polisi.

“Kita selidiki,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Jakarta, Selasa 29 Juni 2021.

Video penghina Alquran viral setelah diunggah oleh akun Facebook bernama Ani. Namun, akun ini sudah tidak ada lagi di laman media sosial Facebook.

Meski begitu rekamannya masih beredar di berbagai akun lainnya. Salah satunya diunggah ulang oleh akun facebook @truemedia, Selasa 29 Juni 2021.

Dalam video yang beredar itu terlihat seorang perempuan mengenakan penutup kepala warna putih sambil menunjukkan lembaran kertas Alquran.

“Ini namanya Alquran, tahu ini terbuat dari apa, ini terbuat dari kotoran an..g. Alquran itu terbuat dari kotoran an..g, ini kepunyaan beragama Islam,” ungkap perempuan dalam video itu dikutip VIVA, Rabu 30 Juni 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel