Brimob Ahli Radiasi Diterjunkan Selidiki Gas Beracun di Madina

Dedy Priatmojo, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tim ahli radiasi dari Brimob Polda Sumatera Utara diturunkan untuk menyelidiki kebocoran pipa gas milik Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Akibat kebocoran pipa gas tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dan 23 orang dirawat di rumah sakit.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, Polda Sumut menurunkan tim khusus terdiri atas Labfor sebanyak tiga orang, Inafis berjumlah empat orang, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, dan Brimob Polda Sumut.

"Brimob personel yang ahli radiasi sebanyak 11 orang dan Unit Jantanras Krimum Polda Sumut 16 orang," kata MP Nainggolan kepada wartawan di Medan, Selasa siang, 26 Januari 2021.

Untuk mempermudah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengetahui penyebab kebocoran pipa gas milik PT Sorik Marapi Geothermal Plant (SMGP) di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, polisi menutup sementara lokasi pembangunan PLTP.

"Biar dulu tim bekerja. Proyek sudah dihentikan sementara dan di-police line. Karena masih melakukan penyidikan Polri," ujar mantan kapolres Nias Selatan itu.

Sementara itu, untuk korban jiwa akibat kebocoran pipa gas tersebut berjumlah lima orang. Seluruh korban yang selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas terdekat. Untuk korban yang meninggal sudah dilakukan autopsi dan diserahkan pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Korban masih tetap, meninggal lima orang dan 23 pingsan. Termasuk pingsan 1 polisi," ujar perwira melati dua itu.

MP Nainggolan menjelaskan, kebocoran gas milik PT SMGP terjadi saat pembangunan power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi sedang berlangsung. Pengerjaan proyek pembangkit listrik sudah mencapai 80 persen.

"Lalu, pekerja PT SMGP bernama Deden Dermawan membuka keran master valve untuk mengalirkan panas bumi atau fluida ke pipa bend dan membuka keran isolasi valve panas bumi atau fluida mengalir ke silencer tersebut," sebut MP Nainggolan.

Kemudian, saat pipa keran isolasi panas bumi itu dibuka oleh pekerja, malah mengeluarkan gas beracun. Warga yang mengetahui itu langsung mendatangi lokasi dan memberitahukan agar menutup keran isolasi. Karena telah mengeluarkan gas beracun dari sumur T02 milik PT SMGP tersebut.

"Ternyata, akibat peristiwa gas beracun itu menyebabkan warga yang mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas beracun itu pingsan. Sementara lima warga meninggal dunia," ujar MP Nainggolan.

Berikut nama-nama korban meninggal dunia:

1.Suratmi 46 Tahun
2.Kaila Zahra 5 Tahun
3.Yusniar 3 Tahun
4.Syahrani 14 Tahun
5.Dahni