BRIN ajak generasi muda berkolaborasi dalam riset

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajak generasi muda berkolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi, pasalnya saat ini minat anak muda dalam hal sains tertinggal jauh dari negara-negara lain.

"Ayo kita riset sama-sama dengan BRIN, ikut sekaligus belajar dibiayai BRIN. Mari sama-sama kita gabung penelitian dengan BRIN," ujar Peneliti dari Pusat Riset Kedokteran Praklinis dan Klinis BRIN Reza Yuridian Purwoko dalam bincang BRIN Science Show di Sarinah Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang melimpah. Peran generasi muda untuk mengoptimalkan potensi tersebut melalui sentuhan teknologi sebagai dibutuhkan.

Namun, kata dia, kemampuan dan ketertarikan generasi muda Indonesia terhadap sains memprihatinkan. Indonesia berada di peringkat 74 dari 80 negara berdasarkan survei The Programme for International Student Assessment (PISA) 2018.

Ia mengatakan BRIN memiliki tanggung jawab untuk memupuk minat generasi muda, yang saat ini didominasi milenial, di samping melaksanakan tugas sebagai lembaga riset.

Baca juga: BRIN dukung pengembangan UMKM melalui skema FUMI

Hal ini bertujuan agar semakin mendekatkan sains kepada generasi muda untuk meneruskan tongkat estafet keilmuwan masa depan. Maka dari itu, BRIN membuka diri agar iptek menjadi salah satu bidang yang diminati milenial.

"Sains bisa menolong martabat hidup kita, martabat kita, ada CV sebagai peneliti. Jadi saat kita sekolah S2, dapat beasiswa lebih mudah, saat kita mau kerja di CV lebih bagus," ujar Reza.

Peneliti dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN Widya Fatriasari mengatakan riset merupakan proses yang sederhana dan bisa dimulai dari hal-hal yang ada di sekeliling.

Ketidaktertarikan generasi muda terhadap riset, kata dia, karena ada kesalahan pola pikir bahw meriset dianggap sebagai hal yang rumit dan harus menggunakan teknologi canggih.

"Riset itu sebenarnya kalau adik-adik mau dimulai hal kecil, dari kehidupan sehari-sehari, dan teknologi sederhana. Tidak njelimet (rumit), karena dari yang sederhana bisa diaplikasikan ke masyarakat bisa bermanfaat. Jangan berpikir harus pakai teknologi tinggi," kata dia.

Dalam BRIN Science Show menampilkan pameran, pengenalan produk, peragaan sains, dan tayang bincang periset dengan pengunjung, yang dibalut dengan aktivitas populer seperti "fashion week" (peragaan busana) dan acara musik.

Dalam acara tayang bincang ini mengangkat dua tema yang sesuai dengan gaya hidup dan masukan segmentasi pengunjung, yaitu kosmetik dan kesehatan.

Baca juga: BRIN: Periset ciptakan kebaruan dan inovasi maknai Hari Pahlawan
Baca juga: BRIN lakukan perekrutan petugas lapangan untuk SDKI
Baca juga: BRIN digitalisasi manuskrip naskah Kerajaan Kotawaringin