BRIN: Dana desa turunkan angka kemiskinan dan pengangguran

·Bacaan 1 menit

Peneliti Muda Pusat Riset Ekonomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pihri Buhaerah mengatakan pemanfaatan dana desa telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di desa, terutama selama pandemi.

"Kenaikan angka kemiskinan dan pengangguran di desa lebih rendah dibanding yang ada di kota, ini karena adanya dana desa," kata Pihri dalam Media Briefing Outlook Perekonomian Indonesia 2022 secara daring di Jakarta, Kamis.

Dengan demikian, dana desa sangat efektif dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran yang lebih cepat pada sebuah desa.

BRIN mencatat total dana desa pada tahun 2015-2021 mencapai Rp400,1 triliun.

Adapun pada 2016, jumlah desa tercatat 82.395 yang kemudian meningkat menjadi 83.381.

Kendati demikian, Pihri berharap dana desa bisa dikelola dengan lebih baik lagi mengingat masih terdapat beberapa masalah yang menghambat, seperti rentan penyalahgunaan wewenang dan finansial dan inisiasi program desa yang tidak terakomodasi dalam musrembangnas.

Kemudian, terdapat pula masalah mengenai dominasi elit desa dalam pengelolaan dana desa, hingga badan usaha milik desa (BUMDes) yang belum optimal dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dan manajemen usaha yang baik.

Maka dari itu, ia berpendapat dana desa perlu dibantu dengan tata kelola pembangunan desa yang menempatkan proper governance maupun social inovation.

"Tanpa itu, rasanya desa tak bisa berkontribusi banyak dalam mendukung pertumbuhan ekonomi," tutup Pihri.

Baca juga: BRIN perkirakan ekonomi tumbuh kuat hingga 5,12 persen pada 2022
Baca juga: BRIN kukuhkan empat profesor riset
Baca juga: Presiden Jokowi: Hati-hati pengelolaan dana desa Rp400,1 triliun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel