BRIN digitalisasi manuskrip naskah Kerajaan Kotawaringin

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur dan Dreamsea Asia Tenggara mendigitalkan manuskrip metadata naskah bersejarah dari Kerajaan Kutaringin (Kotawaringin) yang ada di Istana Mangkubumi.

"Digitalisasi manuskrip metadata ini bertujuan sebagai upaya untuk melestarikan dan menyelamatkan naskah-naskah sejarah yang ada di Istana Mangkubumi dari kerusakan atau kepunahan. Kami pun sudah melaksanakan kegiatan ini di Kabupaten Kotawaringin Barat sejak tahun lalu," kata Kepala BPCB Kalimantan Timur Muslimin A R Effendy di Pangkalan Bun, Senin.

Muslimin mengatakan, ia bersama tim juga telah melakukan survei di beberapa lokasi di Kabupaten Kotawaringin Barat, seperti Istana Kuning, Mesjid Kyai Gede Kecamatan Kotawaringin Lama dan Istana Mangkubumi.

"Setelah kita lakukan survei, kami melihat di Istana Mangkubumi ini banyak sekali menyimpan manuskrip sejarah Kerajaan Kotawaringin, seperti manuskrip Al-Quran, piagam penghargaan dari Belanda, dan manuskrip lainnya," ujarnya.

Baca juga: BRIN: Saksikan puncak gerhana bulan total pada pukul 18.00 WIB

Baca juga: BRIN sebut edukasi politik sejak dini cegah politik identitas

Dikatakannya, manuskrip yang tersimpan di Istana Mangkubumi ini sangat tertata secara administrasi. Dari sana bisa dihat bagaimana kemajuan dan perkembangan Kotawaringin di masa itu.

"Saya liat administrasi pembukuan manuskrip disini tertata rapi dan sangat banyak di bandingkan dengan manuskrip yang ada di Kesultanan Kutai," ujarnya.

Sementara itu, Husnul Fahimah Ilyas dari Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan BRIN mengatakan program ini sebagai akademik expert pada Dreamsea.

"Dreamsea ingin dengan adanya digitalisasi manuskrip metadata naskah ini bisa lebih mengenalkan Kesultanan Kotawaringin lebih luas lagi," ujarnya.

Dreamsea merupakan program yang dijalankan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah Jakarta. Program dari Dreamsea untuk melestarikan manuskrip yang ada di Asia Tenggara.

"Dreamsea sendiri bertujuan untuk mengungkapkan kekayaan budaya yang sangat besar kepada dunia. Dan pada kesempatan ini kami bekerjasama dengan BPCB Kalimantan Timur untuk mengungkap dan mendigitalisasi manuskrip koleksi istana Pangeran Mangkubumi Kotawaringin Barat," ucap Husnul.

Husnul berharap, dengan adanya digitalisasi manuskrip metadata naskah bersejarah yang ada di Istana Mangkubumi ini bisa menjadi pemantik bagi ilmuwan atau penelitian datang langsung ke Kobar.

"Dengan adanya digitalisasi manuskrip metadata data naskah yang memiliki nilai sejarah yang luar biasa ini, tentu akan membuat para peneliti lebih penasaran dan bisa datang langsung ke Kobar," harapnya.

Sulaiman juru pemelihara Istana Mangkubumi mengatakan Istana Mangkubumi merupakan tempat tinggal Pangeran Mangkubumi yang di bangun sekitar tahun 1820-1850 H.

"Saat ini kita buka untuk umum sebagai tempat pembelajaran, penelitian, dan kunjungan wisatawan," kata Sulaiman.*

Baca juga: BRIN: Rumah prisma tingkatkan kadar litium di limbah tambak garam

Baca juga: BRIN: Perlu kajian lingkungan terdampak paparan radiasi pada warga