BRIN dorong peningkatan kualitas pendidikan majukan generasi muda

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong peningkatan kualitas pendidikan untuk memajukan generasi muda dalam rangka memaksimalkan manfaat dari bonus demografi dalam mengisi pembangunan dan membawa kemajuan bagi Indonesia.

"Kemudahan akses pendidikan, didukung prasarana pendidikan yang lengkap. Kemudian, tenaga pendidik yang berkualitas, akan menciptakan masyarakat yang berkualitas," kata Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Mego Pinandito dalam Webinar Memanfaatkan Bonus Demografi dalam Mengisi Pembangunan dan Memajukan Bangsa yang diikuti virtual di Jakarta, Jumat.

Mego menuturkan pendidikan merupakan komponen utama karena akan mengubah pola pikir suatu bangsa menjadi lebih baik, dan terarah. Untuk memajukan generasi muda, penting untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Ukuran kualitas penduduk mengacu pada capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu pendidikan, kesehatan, dan pendapatan/ekonomi.

Baca juga: Airlangga ingatkan generasi muda agar mampu jadi lokomotif perubahan

Baca juga: Indonesia dinilai perlu optimalkan bonus demografi dorong ekonomi

Pada bidang kesehatan, Mego mengatakan pemerintah sedang berupaya memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat dengan berbagai program seperti jaminan kesehatan nasional, akses kesehatan dan cakupan tenaga medis. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan angka harapan hidup manusia.

Di sisi lain, Mego menuturkan lapangan pekerjaan sangat berperan sebagai lahan dan sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pemerintah harus mempersiapkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Tentunya masyarakat juga harus mempunyai daya saing dan mampu lebih kreatif untuk menciptakan pekerjaan," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan Indonesia kini sedang menghadapi peluang sekaligus tantangan bonus demografi pada waktu yang bersamaan.

Indonesia memiliki peluang untuk memetik bonus demografi karena usia produktif 15-64 tahun, akan lebih besar dibandingkan usia non-produktif di usia 65 tahun ke atas dengan proporsi lebih dari 60 persen dari total penduduk Indonesia.

Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN Safrina Salim dalam suatu webinar di Jakarta, Kamis (10/3), mengatakan data Sensus Penduduk Tahun 2020 menunjukkan sekitar 27,94 persen dari usia produktif tersebut merupakan generasi muda yang ada di masa kini.

"Untuk merebut bonus demografi pastinya apabila remaja saat ini sebagai penduduk usia produktif, yang berkualitas, tidak mempunyai kesiapan dan tidak berkualitas, akan menjadi beban negara ataupun bencana dalam menghadapi bonus demografi," ujarnya.*

Baca juga: Wamen BUMN sebut pandemi percepat berbagai perubahan di Indonesia

Baca juga: Kolaborasi cegah stunting demi siapkan generasi emas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel