BRIN: Izin edar RT-LAMP terbit sebagai detektor COVID-19

·Bacaan 2 menit

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan izin edar RT-LAMP sebagai detektor varian dari virus penyebab COVID-19 tanpa alat Polymerase Chain Reaction (PCR), telah terbit.

RT-LAMP telah memiliki Nomor Izin Edar Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni Kemenkes RI AKD 2030322XXXX. Izin edar produk dengan merek dagang Qi-LAMP-O yang berlaku sampai dengan Januari 2027.

"Dengan diterbitkannya izin edar reguler untuk RT-LAMP hasil riset BRIN, maka kita memiliki alternatif baru untuk mendeteksi COVID-19," kata peneliti di Pusat Riset Kimia BRIN Tjandrawati Mozef dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Reaksi amplifikasi gen target dengan metode RT-LAMP berlangsung kurang dari satu jam sehingga diagnosa hasil COVID-19 bisa diperoleh lebih cepat, dengan hasil seakurat RT-PCR (reverse transcription polymerase chain reaction).

"Keunggulan produk ini adalah tidak memerlukan alat thermocycler, cepat, dan akurat," tutur Tjandrawati.

Baca juga: BRIN: Metode RT-LAMP mampu deteksi varian Delta dan Omicron

Baca juga: RT LAMP Saliva diharapkan bantu percepatan 3T COVID-19

Baca juga: Kalbe tingkatkan produksi kit RT LAMP Saliva 2 juta unit per bulan

Metode RT-LAMP (reverse transcription loop mediated isothermal amplification) merupakan inovasi dari Pusat Riset Kimia BRIN.

Invensi RT-LAMP berupa paten terdaftar P00202110865 yang memiliki desain sistem menggunakan dua gen target ORF dan gen N, enam set primer, enzim reverse transcriptase, enzim polimerase, dengan sistem deteksi berbasis turbiditas.

RT-LAMP menggunakan sampel ekstrak RNA hasil usap (swab) hidung yang dapat dideteksi secara kualitatif dengan melihat adanya presipitasi dengan akurasi yang baik.

Selain itu, RT-LAMP bisa juga menggunakan alat real-time turbidimeter hasil inovasi dari tim peneliti Pusat Riset Fisika BRIN yang sudah didaftarkan patennya.

Diharapkan, keberadaan RT-LAMP dapat membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan pengujian virus corona penyebab COVID-19 di Indonesia.

Baca juga: Tes RT Lamp Saliva dikembangkan jadi alternatif tes COVID-19

Baca juga: Kalbe klaim metode tes air liur yang lebih akurat dari tes antigen

Baca juga: RT LAMP Saliva, inovasi diagnosa cepat COVID-19 berbasis air liur

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel