BRIN perkuat ekosistem riset untuk tingkatkan daya saing pelaku usaha

·Bacaan 2 menit

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di dalam negeri untuk meningkatkan nilai dan daya saing produk-produk pelaku usaha nasional.

"BRIN diberikan amanat untuk menjadi enabler bagi para pelaku usaha," ujar Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pada acara peresmian fasilitas riset pangan BRIN yang diikuti via daring dari Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan, berdasarkan UU 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Perpres No. 78 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional, BRIN berkewajiban untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di negara.

"Makin banyak produk hasil riset dan inovasi yang lahir, bisa menjadi daya ungkit ekonomi nasional kita," tuturnya.

Di samping itu, lanjut dia, Indonesia juga memiliki potensi besar sebagai pasar ekonomi syariah dan produsen produk halal di dunia.

"Hal ini menjadikan Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar ekonomi syariah dan produsen produk halal di dunia," katanya.


Baca juga: Fasilitas riset BRIN diharapkan dukung pengembangan produk halal

Baca juga: Wapres: Anggaran pendidikan dan riset harus ditambah


Oleh karena itu, ia mengatakan, BRIN mengembangkan berbagai infrastruktur riset, salah satunya fasilitas riset pangan di Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) yang berlokasi di Playen, Gunung Kidul.

Sebagai informasi, PRTPP di Playen, Gunung Kidul itu telah diresmikan oleh Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin pada hari ini (22/4).

Beberapa fasilitas laboratorium diantaranya laboratorium biomolekuler, laboratorium mikrobiologi pangan, dan laboratorium mikologi pangan untuk mendukung riset halal.

Sementara itu, Kepala PRTPP, Satriyo Krido Wahono menjelaskan fasilitas riset pangan tersebut merupakan bagian dari open platform laboratory yang disediakan oleh BRIN, khususnya terkait dengan riset pangan dan halal.

"Fasilitas ini memuat instrumen analisis dan beberapa peralatan produksi skala kecil yang dapat berfungsi sebagai fasilitas factory sharing bagi pegiat usaha start up dan UMKM," katanya.

Baca juga: BRIN punya fasilitas riset produk pangan halal baru di Gunung Kidul


Baca juga: Menko PMK harapkan BRIDA dukung daerah menuju Indonesia Emas 2045


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel