BRIN Siapkan Transformasi Riset Tanpa Sekat

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggenapi usia pertamanya hari ini, usai resmi terbentuk pada 28 April tahun lalu. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, makna daripada satu tahun BRINteraksi bukanlah sebuah perayaan, melainkan energi.

"BRINteraksi dimaknai akan membawa BRIN menuju transformasi yang lebih kuat menjadi lembaga riset yang inklusif dan tanpa sekat," katanya dalam keterangan pers diterima, Kamis (28/4).

Dia mengamini, tantangan akan semakin besar, sejalan dengan semakin banyaknya tanggung jawab dan harapan masyarakat kepada BRIN. Dia pun meyakini, BRIN bisa meningkatkan produktivitas riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah kompetisi global.

"Untuk itu, kita akan terus memperkuat kolaborasi riset, baik dengan komunitas dalam maupun luar negeri," ungkapnya.

Handoko menyatakan, salah satu kolaborasi riset yang terbaru dari BRIN adalah kolaborasi riset untuk riset halal di Indonesia, yang berbasis pada Fasilitas Riset Pangan BRIN.

Diketahui, fasilitas tersebut diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada 22 April 2022 lalu, sebagai Laboratorium Rujukan Riset Halal Indonesia.

Lebih lanjut Handoko mengatakan, seluruh fasilitas dan infrastruktur riset yang saat ini berada di bawah manajemen BRIN bersifat open platform laboratory dan menjadi salah satu basis utama untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak bersama BRIN.

“Hal ini menjadi strategi dasar kita untuk memperkuat riset dan inovasi di Indonesia, di mana BRIN menjadi fasilitator dan enabler yang utama,” terangnya.

Kehadiran berbagai infrastruktur riset serta SDM unggul yang ada di BRIN, tutur Handoko, harus terus dapat dimanfaatkan oleh seluruh pihak di Indonesia, sekaligus akan meningkatkan posisi Indonesia di tengah kancah riset global, dan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk berkompetisi secara ekonomi di masa depan.

Handoko menegaskan, Setahun BRINteraksi bukanlah euforia internal, tetapi hal ini adalah tentang interaksi secara keseluruhan.

"Dalam hal ini adalah bagaimana BRIN harus mampu berinteraksi dengan seluruh lapisan masyarakat, baik akademisi, industri, para periset, bahkan individu," urai Handoko.

Sebagai informasi, selama setahun belakangan, BRIN telah membentuk 12 Organisasi Riset dan 85 Pusat Riset, serta 7 Deputi, Sekretariat Utama, dan Inspektorat Utama di lingkungan BRIN.

“Semua ini merupakan capaian yang patut diapresiasi, dimana hampir 15 ribu sivitas BRIN telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengintegrasikan entitas riset di 34 K/L hanya dalam kurun waktu kurang lebih 5 bulan, terhitung sejak 1 September 2021,” tutup Handoko.

Reporter: M Radityo/Liputan6.com [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel