BRIN tingkatkan penelitian biodiversitas dengan CyroEM

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan pihaknya akan meningkatkan penelitian biodiversitas ke tingkat molekuler dengan menggunakan mikroskop canggih, Cryo‐electron microscopy (CryoEM).

"Kita harus membawa penelitian keanekaragaman hayati kita ke tingkat berikutnya, yakni kita harus membawanya pada tingkat molekuler karena itu cukup penting dan itu sebenarnya masa depan manusia," kata Handoko dalam konferensi pers di Gedung BJ Habibie Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Kamis.

Handoko menuturkan Indonesia dapat belajar banyak hal dari Belanda untuk meningkatkan riset keanekaragaman hayati ke level penelitian molekuler karena Belanda memiliki banyak ahli di bidang tersebut.

Handoko menuturkan Indonesia akan segera memiliki CryoEM untuk memacu penelitian biodiversitas. Untuk meningkatkan kapasitas periset di Indonesia terkait penggunaan CryoEM, BRIN akan melibatkan beberapa ahli dari Belanda.
Baca juga: Belanda tertarik kerja sama dengan Indonesia di bidang energi
Baca juga: BRIN: IEMS 2022 dukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia

"Kami akan memiliki instrumen baru yang berasal dari perusahaan belanda, yakni CyroEM untuk melakukan penelitian keanekaragaman hayati yang jauh lebih maju di tingkat molekuler," ujarnya.

Perangkat CyroEM ke depannya menjadi perangkat utama untuk kegiatan riset prioritas di bidang bioteknologi, rekayasa molekuler terutama riset medis dan kedokteran sehingga akan mendapatkan informasi protein dan struktur protein kompleks dari suatu sampel biologis.

Teknologi CyroEM dapat dimanfaatkan untuk penelitian dan inovasi di bidang struktural biologi, pengembangan vaksin, kesehatan, serta keanekaragaman hayati.

Mengutip dari laman resmi National Library of Medicine atau Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, mikroskop cryo-electron (CryoEM) adalah metode biologis struktural yang digunakan untuk menentukan struktur 3D biomakromolekul.

CryoEM merupakan teknologi mikro yang menggunakan mikroskop elektron transmisi untuk mengamati sampel pada suhu rendah. Dengan menggunakan CyroEm, peneliti mampu menyelidiki biomolekul pada resolusi mendekati atom, mengungkap proses biologis dinamis dan struktur kompleks/rakitan biomolekul.
Baca juga: BRIN ajak industri kembangkan ekosistem kendaraan listrik otonom
Baca juga: Menteri: Kolaborasi global dan investasi sains kunci hadapi pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel