BRIN umumkan pelajar Indonesia pemenang Penganugerahan YRIA 2022

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan sejumlah pemenang dari kalangan pelajar Indonesia dalam Penganugerahan Youth Research and Innovation Award (YRIA) 2022.

"Salah satu cara untuk menciptakan iklim riset yang sehat dan menjaring talenta muda berbakat yaitu melalui ajang kompetisi ilmiah," kata Pelaksana tugas Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Edy Giri Rachman Putra dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Para pemenang YRIA merupakan peserta finalis dari Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-54 dan National Young Inventors Award (NYIA) ke-15 2022, yang memamerkan hasil karya ilmiah dan inovasi remaja mereka dalam Youth Research and Innovation Fair (YRIF).

YRIF sebagai bagian dari Indonesia Research and Innovation (Inari) Expo 2022. Pada tahun mendatang, YRIF akan diselenggarakan berskala internasional dan dapat diikuti oleh semua kalangan usia, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa, guru hingga para pensiunan.

LKIR dan NYIA merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk dibimbing oleh periset BRIN dalam menggali ide-ide riset dan inovasi untuk mendapatkan hasil riset inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh daerah asal peserta hingga hasil riset yang memiliki nilai kekayaan intelektual.

Edy mengatakan generasi muda diharapkan dapat mengaktualisasikan potensi dan kreativitasnya dalam penulisan karya ilmiah dan produk inovasi.

Selain itu, generasi muda didorong agar kritis terhadap permasalahan di sekitarnya dan mampu mengembangkannya menjadi hasil riset dan produk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca juga: BRIN perkuat ekosistem riset dan inovasi melalui Inari Expo 2022

Baca juga: BRIN: Generasi muda harus bawa kemajuan bagi bangsa

Dari 1.583 pendaftar di LKIR, sebanyak 1.562 proposal penelitian lolos verifikasi, yang terdiri dari 602 proposal dari bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH), 623 proposal dari bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK).

​​​​​​​Kemudian, 240 proposal dari bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), dan 97 proposal dari bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Kelautan (IPK).

Dari jumlah tersebut, terpilih sebanyak 54 proposal untuk dibimbing periset BRIN, dengan rincian sebanyak 15 proposal bidang IPH, 20 proposal bidang IPSK, sembilan proposal bidang IPT, dan 10 proposal bidang IPK. Sedangkan pendaftar NYIA yang terjaring dalam proses verifikasi adalah 492 proposal.

Sejak 27-30 Oktober 2022, 104 karya ilmiah dan inovasi para finalis peserta LKIR ke-54 dan NYIA ke-15 menjadi bagian dari pameran riset dan inovasi terbesar di Indonesia, Inari Expo 2022 di Gedung ICC, Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Bogor, Jawa Barat.

Pada penganugerahan YRIA 2022, para pemenang pertama Bidang IPH adalah Martinus Kenn Kondawe dan Ni Putu Padika Chanda Laksita dari SMA Negeri 1 Fakfak, dengan judul karya Kajian Etnomedisin dan Analisis Senyawa Aktif Cipu Bubunim (Sacosstrea cuccullata) sebagai Obat Cacing Masyarakat Kokas Papua Barat.

Juara pertama bidang IPSK adalah Flora Hapsari Mutiaraningrum dan Sovalia Intan Asri dari SMA Negeri 1 Teras dengan judul karya Si Wayang: Transformasi Wayang Beber Sebagai Tontonan dan Tuntunan Menjadi Animasi Edukatif Pencegah Perundungan.

Juara pertama bidang IPK adalah Dewi Sri Rahayu dari Madrasah Aliyah Putri PUI Talaga dengan judul karya Identifikasi Status Potensi Kekeringan di Indonesia dengan Metode Logika Fuzzy Mamdani.

Juara pertama bidang IPT adalah James Jackson dan Cecilia Tiffanny dari SMA Santa Laurensia dengan judul karya Studi Potensi Biodiversitas Indonesia Sebagai Kandidat Obat Trombofilia Faktor VIII Secara In Silico.

Selanjutnya, juara kedua bidang IPH adalah Charis Tandiono dari British School Jakarta dengan judul karya Induksi mutasi dengan kolkisin untuk peningkatan data hasil dan kadar beta karoten serta studi molekular gen orange (IbOr) ubi jalar (Ipomoea batatas).

Juara kedua bidang IPSK adalah Puti Zahira Mukhsin dari MTsN 32 Jakarta dengan judul karya Transformasi Angkutan Penumpang Berbasis JakLingko: Studi Kasus Perubahan Proses Bisnis Mikrotrans terhadap Kesejahteraan Pemilik Kendaraan di Kelurahan Petukangan Utara.

Juara kedua bidang IPK adalah Azifa Rusyda Dewi dan Muhammad Bahrul Alam, dari Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus dengan judul karya Sintesis Si-Aerogel Terfungsionalisasi Berbahan Limbah Blotong Pabrik Gula Rendeng Kudus Sebagai Teknologi Sipil Oil Clean Up Sorbent di Wilayah Perairan Indonesia.

Juara kedua bidang IPT adalah Gusti Ayu Putu Widya Pratiwi dan Ni Kadek Lakshmi Amrithalinggam Putrinata dari SMA Negeri 3 Denpasar dengan judul karya Analisis Pengaruh Variasi Suhu Dan Konsentrasi Katalis Cangkang Kerang Darah Dalam Reaksi Transesterifikasi Antifoam Agent Dari Limbah Minyak Jelantah.

Baca juga: BRIN ajak remaja berinovasi dalam Youth Science Week 2021

Baca juga: BRIN sediakan fasilitas riset dan inovasi secara terbuka