Bripka Ricky Rizal Bantah Punya Nomor Ponsel Adik Brigadir J Hingga Memblokir

Merdeka.com - Merdeka.com - Mahareza Rizky Hutabarat mengaku pernah menghubungi Bripka Ricky Rizal Wibowo alias RR usai tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Namun, saat itu tak ada jawaban dari terdakwa kasus pembunuhan berencana tersebut.

Hal itu disampaikan Reza saat sidang lanjutan perkara kematian Brigadir J, dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11).

"Pernah hubungin Ricky?" tanya jaksa.

"Pernah, tapi ceklis 1 sama enggak ada profil," jawab Reza.

"Pernah telpon," tanya lagi jaksa.

"Pernah, tapi enggak berdering," jawab Reza.

Apa yang disampaikan oleh Reza itupun dibantah oleh Ricky Rizal. Ia mengaku, tak pernah dihubungi oleh adik dari Brigadir J tersebut.

"Untuk disampaikan bahwa Mas Reza pernah menghubungi saya. Saya tidak pernah punya nomor Mas Reza, dan tidak pernah ngeblok," ujar Ricky Rizal.

Selain itu, ia juga meralat terkait dengan dirinya yang gabung dengan Ferdy Sambo sejak Febuari 2021 lalu.

"Untuk keterangan Adik Yosua, Mas Reza bahwa saya yang terlebih dulu bekerja dengan bapak Ferdy Sambo, saya ralat. Saya mulai bergabung dengan Bapak Ferdy Sambo di Febuari 2021, sedangkan Yosua sejak 2019. Untuk bulannya saya tidak terlalu tahu," ucap Ricky Rizal.

Eksepsi

Bripka Ricky Rizal sesumbar, banggakan keberaniannya menolak perintah Jenderal Bintang Dua Ferdy Sambo. Seperti diketahui, Bripka Ricky Rizal adalah orang pertama yang diperintahkan Ferdy Sambo untuk mengeksekusi Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Namun, Bripka Ricky Rizal menolak (perintah Ferdy Sambo) dengan alasan tidak tega. Demikian dikatakan tim Penasihat Hukum Bripka Ricky Rizal, Erman Umar saat membacakan eksepsi atau nota keberatan di PN Jakarta Selatan.

Di samping itu, ia menyampaikan, uraian peristiwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di dalam surat dakwaan tidak sesuai dengan Pasal yang didakwakan.

Erman menerangkan, Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, uraian peristiwa dan peran masing-masing Terdakwa dilakukan dengan cara salin-tempel (copy paste) antara dakwaan satu dengan yang lain. Meskipun dilakukan pemecahan (splitsing).

"Di dalam Surat Dakwaan dalam perkara a quo setebal 41 halaman, Jaksa Penuntut Umum hanya menguraikan kurang lebih enam poin penting yang fokus pada perbuatan Terdakwa Ricky Rizal Wibowo," ujar Erman, Kamis (20/10). [ded]