Bripka RR Klaim Brigadir J Tahu Senjatanya Disita: Saya Tidak Pernah Larang Mengambil

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa Ricky Rizal Wibowo alias Bripka RR mengungkap alasan mengamankan senjata api milik Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Menurut Bripka RR, senjata api Brigadir J itu diamankan mencegah terjadi hal-hal yang tak diinginkan, salah satunya keributan lanjutan dengan Kuat Maruf.

Bripka RR mengatakan, sebagai seorang anggota Polri, sebagai senior, dan sebagai yang dituakan melakukan tindakan mengamankan senjata api merupakan bentuk antisipasi dan mitigasi risiko terjadinya keributan kembali di antara Kuat Maruf dan Brigadir J.

"Pada saat itu terjadi keributan antara Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan Om Kuat Maruf. Yang berdasar keterangan dari Om Kuat Maruf sempat menggunakan pisau untuk mengejar Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J," ujar Bripka RR saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Bripka RR mengatakan, senjata milik Brigadir J diletakkan bersamaan dengan senjata steyer AUG di dashboard mobil LM. Mobil itu ditumpangi Kuat Maruf, Bharada E, Putri Candrawathi, dan Susi dalam perjalanan pulang ke Jakarta.

Bripka RR Tak Pernah Larang Brigadir J Ambil Kembali Senjatanya

Sementara itu, Bripka RR dan Brigadir J menumpangi mobil yang berbeda. Bripka RR mengklaim Brigadir J telah mengetahui senjatanya diamankan.

"Saya tidak tahu dan tidak pernah menyampaikan kepada siapapun tentang pembagian tempat duduk di kendaraan yang akan dipakai menuju Jakarta. Dalam perjalanan dari Magelang ke Jakarta, saya sudah sampaikan kepada almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat bahwa senjata miliknya ada di dashboard mobil LM," ujar Bripka RR.

Dia juga menegaskan tak melarang Brigadir J mengambil kembali senjata apinya. Hal ini juga dibuktikan dari semua saksi yang telah memberi keterangan pada persidangan.

"Setelah tiba di Jakarta, saya juga tidak pernah mengambil kembali senjata tersebut dengan tujuan untuk saya kuasai. Ketika kami duduk-duduk di depan rumah Saguling, saya juga tidak pernah melarang almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat untuk mengambil senjata miliknya," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [gil]