Briptu Norman Tak Gubris SMS dari Kasat Brimob Polda Gorontalo

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasat Brimob Polda Gorontalo, AKBP Anang Sumpena, mengaku kecewa karena anak buahnya yang terkenal lewat lagu dan tarian India, Briptu Norman Kamaru, tampil di layar kaca tanpa izinnya. "Iya, saya masih atasannya. Memang tidak izin kepada kami," Anang Sumpena saat berbincang dengan Tribunnews.com, Jumat (8/7/2011).

Anang mengaku nomor telepon genggam Norman tak aktif dan saat dikirimkan layanan pesan singkat (SMS), justru tak membalas. "Setelah melihat dia ada di tv, saya langsung telepon nomor dia, tapi enggak aktif. Lalu saya kirim SMS, saya tanyakan apakah ada izin, tapi dia juga tidak balas," keluhnya.

Sebagaimana diberitakan, bahwa puluhan anggota Provost Mabes Polri membawa Norman dari lokasi shooting di sebuah studio Trans7 Jakarta pada Kamis (7/7/2011) malam. Pihak Mabes Polri menyatakan, dibawanya Norman dari lokasi shooting untuk meminta klarifikasi ada tidaknya izin atasan yang dikantonginya untuk aktivitasnya di luar jam dinas tersebut.

Menurut pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, menjelaskan sanksi yang bisa diberikan bila anggota polisi melanggar aturan seperti Briptu Norman mulai ancaman pelanggaran desersi bila tidak melapor selama 30 hari sampai sidang kode etik. Briptu Norman, kata Bambang, dapat menjalani sidang kode etik dan masuk sel bila tidak meminta izin kepada atasannya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.