BRMS Alokasikan Belanja Modal untuk Garap Pabrik, Begini Realisasinya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) alokasikan sebagain besar belanja modal (capital expenditur/capex) untuk membiayai pembangunan pabrik pengolahan emas di Palu.

Belanja modal yang dimaksud berasal dari rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT) I Bumi Resources Minerals. Aksi tersebut telah dilaksanakan pada Maret lalu dengan hasil bersih setelah dikurangi biaya emisi efek sebesar Rp 1,6 triliun.

Merujuk laporan Bumi Resources Mineralskepada Bursa per September 2021, realisasi dana rights issue untuk untuk pembangunan pabrik diberikan melalui pinjaman kepada entitas anaak PT Citra Palu Minerals (CPM) sebesar Rp 1,04 triliun.

Sebesar Rp 76,7 miliar diberikan sebagai pinjaman pada entitas anak PT Gorontalo Minerals, sebesar Rp 435,4 miliardigunakan untuk pelunasan hutang kepada entitas induk, BUMI, dan sisanya sekitar Rp 1,4 triliun untuk modal kerja Perseroan.

"Capex enggak berubah dari alokasi dana hasil rights issue atau PUT I, karena memang fokus kami untuk di tahun 2021 dan 2022 adalah mengalokasikan seluruh dana hasil PUT I untuk melakukan pengeboran demi menambah cadangan di proyek tambang emas di Palu. Juga untuk pembangunan pabrik pengolahan bijih emas yang ketiga dengan kapasitas 4.000 ton biji per hari,"ungkap Direktur & Investor Relations PT Bumi Resources Minerals Tbk, Herwin Hidayat dalam paparan publik Perseroan, Jumat (19/11/2021).

Pabrik pengolahan emas ketiga ini diperkirakan rampung pada Februari 2024. Saat ini, Perseroan masih hanya mengoperasikan satu pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas 500 ton bijih per hari.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pabrik Kedua

Meski begitu, Herwin mengatakan, Perseroan masih mampu mencatatkan pendapatan dan laba bersih secara konsisten tiap kuartal.

"Jadi pendapatan dan laba bersih kita nggak beda jauh untuk kuartal per kuartal, itu peningkatannya konsisten. Karena pabrik baru yang kedua itu baru akan berdiri rencananya di bulan Mei Juni 2022 nanti,” kata dia.

Adapun pabrik kedua dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari didanai oleh fasilitas pinjaman senilai USD 48 juta.

Herwin mengatakan, fasilitas pinjaman untuk pabrik kedua itu berasal dari AP Investment dan BNI. Herwin menuturkan, Perseroan akan segera menerbitkan laporan keuangan hingga kuartal III 2021 pada akhir November 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel