BRMS Bidik Peningkatan Produksi Emas Secara Signifikan pada 2022

·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Bumi Resources Minerals (BRMS) membukukan kinerja keuangan yang positif pada kuartal I 2021. Pada tiga bulan pertama awal tahun itu, pendapatan dan laba bersih perusahaan sama-sama meningkat.

Pendapatan tercatat sebesar US$1,36 juta dan laba bersih mencapai US$1,68 juta. Tak hanya itu, produksi emas perusahaan juga mengalami kenaikan menjadi 24 kg pada periode tersebut.

BRMS juga mencatat pendapatan lain-lain sebesar US$2,02 juta yang terdiri dari penghapusan utang dan penilaian persediaan. Untuk diketahui, penghapusan utang merupakan pendapatan yang dicatatkan karena adanya efisiensi dan penghematan biaya oleh perusahaan yang terjadi karena pelunasan tagihan kepada para kontraktor yang lebih kecil dari estimasi biaya sebelumnya.

Sedangkan penilaian persediaan merupakan pendapatan yang berasal dari tambahan persediaan bijih (ore stock pile) yang ditinggalkan oleh para penambah liar atau penambangan tanpa izin (PETI) sebelumnya.

CEO & Direktur Utama BRMS, Suseno Kramadibrata mengatakan, BRMS sebenarnya bisa membukukan pencapaian yang lebih baik pada kuartal I tahun ini. Terlepas dari peningkatan kinerja keuangan dan produksi tahunan tersebut.

Menurutnya, kondisi pandemi global telah menyebabkan keterlambatan pengiriman beberapa suku cadangan dari China untuk untuk perawatan berkala fasilitas pabrik yang ada saat ini di Poboya, Palu.

"Oleh karenanya, pabrik kami terpaksa beroperasi hanya dengan kapasitas sebesar 70 persen di semester pertama tahun 2021. Namun demikian beberapa suku cadang yang dibutuhkan tersebut kini telah tiba dan telah terpasang di pabrik terkait. Kami berharap untuk dapat mengoperasikan pabrik yang ada saat ini dengan kapasitas penuh di bulan Mei atau juni tahun ini," ujar Suseno dikutip dalam siaran pers, Selasa 18 Mei 2021.

Sementara itu, Suseno menjelaskan, pihaknya sebetulnya belum membukukan pendapatan dari jasa konsultasi penambangan di kuartal I 2021. Pendapatan BRMS 2021 yang dilaporkan itu 100 persen berasal dari produksi dan penjualan emas.

"Pendapatan perusahaan sebenarnya bisa lebih tinggi dengan adanya tambahan dari jasa konsultasi penambangan. Namun demikian kami berharap untuk dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersih perusahaan di semester kedua tahun ini," katanya.

Peningkatan pendapatan dan laba itu akan terwujud dengan beroperasinya pabrik yang ada dengan kapasitas penuh, diprosesnya bijih emas dengan rata-rata kadar yang lebih tinggi dan potensi pendapatan dari jasa konsultasi penambangan.

"Kami berharap untuk dapat meningkatkan produksi emas kami secara signifikan di Q2 tahun 2022 dengan diselesaikannya pabrik kedua kami di Poboya Palu, dengan kapasitas untuk mengolah sampai dengan 4.000 ton bijih per harinya. Kenaikan produksi emas ini akan berdampak positif terhadap pendapatan dan laba BRMS tahun depan," katanya.