Bruno Fernandes Kecam Liga Super Eropa

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 1 menit

VIVABruno Fernandes mengecam klubnya, Manchester United atas keterlibatan mereka dalam pembentukan Liga Super Eropa. Fernandes disinyalir menilai pembentukan kompetisi baru ini memiliki nuansa bisnis yang sangat kental.

Kecaman Fernandes dalam bentuk dengan membagikan postingan dari rekan setimnya di Timnas Portugal, Daniel Podence yang tampaknya sama-sama mengutuk rencana kompetisi elite Eropa yang digagas oleh sejumlah tim top benua Biru.

Podence coba mengenang berbagai momen magis di ajang Liga Champions lewat media sosial. Seperti tendangan voli Zinedine Zidane di final Liga Champions 2002 hingga kemenangan magis MU di final Liga Champions 1999.

Unggahan Podence berbunyi: "Bola. Lagu itu. Mimpi. Tendangan voli Zidane... aksi solo Kaka... Liverpool di Athena... Ole di Barcelona... Cris dan Seedorf... Ada beberapa hal yang tidak bisa dibeli."

Fernandes, yang klubnya Manchester United adalah salah satu kekuatan pendorong di balik rencana pembentukan Liga Super Eropa, menanggapi unggahan Podence dengan kata-kata: "Enorme (luarbiasa)".

Gelandang asal Portugal itu kemudian membagikan kiriman tersebut ke Story Instagram miliknya dengan caption: "Mimpi tidak dapat (dibeli)," di samping emoticon hati dan tiga tepuk tangan.

Sebelumnya, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menegaskan klub dan pemain yang terlibat dalam Liga Super Eropa yang diusulkan sejumlah klub, bisa dilarang 'secepat mungkin' dari semua kompetisi, termasuk Piala Dunia.

Usai menggelar pertemuan darurat sehari setelah 12 klub top Eropa mengumumkan Liga Super Eropa, Ceferin melancarkan serangan pedas terhadap rencana tersebut, yang telah dikecam secara luas di seluruh pertandingan dan seterusnya.