Brutalitas Taliban Berlanjut, Tentara Loyalis Afghanistan Jadi Korban Pemenggalan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kabul - Dalam sebuah tayangan video yang memilukan, anggota Taliban memenggal seorang tentara Afghanistan yang juga mereka merayakannya sambil menerikkan “Tuhan Maha Besar” dan memuji petinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada.

Video berdurasi 36 detik, diperoleh oleh Washington Examiner, awalnya diunggah ke ruang obrolan pribadi Taliban sekitar seminggu yang lalu, seperti melansir New York Post, Minggu (12/09/2021).

Rekaman itu menunjukkan enam pejuang Taliban mengelilingi pria yang berbaring telentang, dengan kepala bersandar di dadanya.

"Tembak dia! Dia harus terlihat tertembak!” Pemimpin kelompok mengatakan menjelang akhir video, menunjukkan niatnya untuk menyembunyikan kematian dengan pemenggalan kepala.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sekali Teroris Tetap Teroris

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara dalam konferensi pers pertamanya di Kabul, Afghanistan, pada Selasa (17/8/2021). Selama bertahun-tahun, Mujahid adalah sosok misterius yang mengeluarkan pernyataan atas nama para militan. (AP Photo/Rahmat Gul)
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara dalam konferensi pers pertamanya di Kabul, Afghanistan, pada Selasa (17/8/2021). Selama bertahun-tahun, Mujahid adalah sosok misterius yang mengeluarkan pernyataan atas nama para militan. (AP Photo/Rahmat Gul)

Video tersebut menimbulkan pertanyaan penting tentang janji Taliban kepada masyarakat internasional bahwa mereka akan menawarkan amnesti kepada mereka yang menentang penaklukan mereka atas negara itu.

"Saya ingin meyakinkan masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat, bahwa tidak ada yang akan dirugikan," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid bulan lalu. "Kami tidak menginginkan musuh internal atau eksternal."

Warga Afghanistan setempat tidak terkejut dengan kebrutalan itu.

"Ini biadab, dan saya tidak akan pernah mempercayai Taliban," ujar konsultan keamanan Afghanistan, Nasser Von Wazirit mengatakan kepada Examiner.

"Seorang teroris tetaplah teroris."

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel