BSI 10 Besar Market Cap BEI, Dirut: Inspirasi Sektor Keuangan Syariah

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk masuk ke dalam jajaran 10 emiten dengan kapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kapitalisasi pasar merupakan nilai pasar dari hasil perkalian harga saham per lembar, dengan jumlah saham yang ada dalam perusahaan.

Berdasarkan data dari Equity Daily Trading Publication Bursa Efek Indonesia (BEI) per 24 Februari 2021, nilai kapitalisasi pasar emiten berkode saham BRIS ini tercatat sebesar Rp115 triliun, atau naik dibandingkan pada saat BRIS melakukan IPO sebesar Rp4,96 triliun.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi, berharap bahwa dengan masuknya BSI sebagai 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, maka hal itu bisa menjadikan saham BRIS sebagai primadona.

Baca juga: Bertemu Menteri Sandi, Menaker Ida Pastikan Kompetensi SDM Pariwisata

"Selain itu kami berharap prestasi ini semakin mendorong dan menginspirasi sektor keuangan dan perusahaan keuangan syariah untuk melantai di bursa," kata Hery dikutip dari keterangannya, Kamis 25 Februari 2021.

Harga saham BRIS per tanggal 24 Februari 2021 adalah Rp2.820, atau telah naik hampir lima kali lipat dibandingkan pada saat IPO yang hanya sebesar Rp510 rupiah per saham. Jumlah saham BRIS setelah penggabungan tercatat sebesar 41 miliar saham.

Sebagai bank hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara, Bank BSI merupakan bank dengan total aset terbesar ketujuh di Indonesia yaitu sebesar Rp240 triliun. Total pembiayaan Bank BSI sampai Desember 2020 tercatat mencapai Rp157 triliun, dengan total DPK sebesar Rp210 triliun.

Hery menambahkan, dari sisi jaringan, Bank BSI didukung oleh lebih dari 1.300 jaringan kantor, sekitar 2.400 jaringan ATM, serta didukung lebih dari 20 ribu karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dia menegaskan, Bank BSI berkomitmen untuk menjadi lembaga perbankan yang modern dan inklusif, dalam memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi prinsip syariah.

"BSI juga berkomitmen menjadi bank yang dipilih nasabah karena memiliki produk yang kompetitif dan layanan yang prima, sesuai dengan kebutuhan nasabah," ujarnya.

Diketahui, Bank BSI dijalankan sesuai dengan prinsip maqashid syariah, yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta. Bank BSI tidak hanya fokus untuk menggarap commercial finance saja, tetapi juga social finance.

Optimalisasi pembayaran zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) menggunakan metode digital merupakan salah satu strategi Bank BSI untuk memberikan kemudahan sekaligus manfaat dan kebaikan bagi masyarakat.