BSI catat pembiayaan keuangan berkelanjutan capai Rp51,03 triliun

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pembiayaan keuangan berkelanjutan perseroan pada triwulan III-2022 mencapai Rp51,03 triliun atau 25,54 persen dari total pembiayaan yang dicatatkan keseluruhan yakni Rp199,82 triliun.

"BSI mencatat pembiayaan terkait prinsip environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola perusahaan) atau ESG terus mengalami peningkatan dan ke depannya akan diakselerasi," kata Direktur Compliance dan Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Triwulan III BSI 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis,


Dengan demikian, perseroan mampu menghadirkan nilai yang lebih baik kepada para pemangku kepentingan. Nilai tersebut dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

Dalam pengembangan bisnis terutama pada aspek penyaluran pembiayaan, ia menegaskan BSI terus menjaga nilai-nilai syariah, yaitu dengan memberikan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan sehingga tetap menjaga keberlangsungan kehidupan dan lingkungan.

Hal ini terdorong dari komitmen BSI dalam penerapan prinsip ESG yang selaras dengan aspek keuangan berkelanjutan (sustainable finance). Perseroan juga menggencarkan implementasi keuangan berkelanjutan dengan penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) yang mengusung konsep 3P (people, planet, and profit).

Dana CSR yang disalurkan BSI ke berbagai sektor socioeconomic jumlahnya telah mencapai Rp84,1 miliar, salah satunya melalui pendampingan dan pengembangan 19 Desa Binaan BSI yang tersebar di Aceh, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Makassar.

Sementara itu dalam bidang spiritual, Tribuana menyebutkan BSI membangun masjid-masjid di tempat wisata, terbaru yakni Masjid BSI Pananjakan di kawasan Bromo, Jawa Timur.

Adapun terkait aspek people, BSI memberikan lebih dari 400 program beasiswa, sedangkan dalam hal charity and environment BSI melakukan gerakan penanaman pohon lebih dari 20 ribu bibit di berbagai daerah rawan banjir.


“Kami akan terus mendorong pembangunan keuangan berkelanjutan dan mengimplementasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan di berbagai daerah, di antaranya melalui proyek kampanye hijau dan kepedulian terhadap lingkungan,” ucap dia.

Baca juga: Menakar pendanaan hijau di Indonesia sebagai agenda penting G20

Baca juga: BCA salurkan kredit Rp172,7 triliun ke sektor berkelanjutan