BSI kerja sama dengan LPEI perkuat layanan ekspor

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menguatkan sinergi ekspor nasional yang dituangkan dalam bentuk penandatanganan kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank.

Pada tahap awal, BSI telah bekerja sama dalam hal pemberian pembiayaan kepada LPEI senilai Rp3 triliun untuk pengembangan bisnis LPEI.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangan di Jakarta, Kamis, menyatakan kesiapan pihaknya dari sisi infrastruktur, layanan dan digital untuk mendukung akselerasi bisnis LPEI yang akan mendorong peningkatan ekspor nasional. Terlebih, pada Juni lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus.

Menurut Hery, pihaknya akan sangat mendukung LPEI karena peningkatan ekspor perlu terus diupayakan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan. Sebab, surplus neraca perdagangan akan memutar roda perekonomian dan ikut mendorong penciptaan lapangan pekerjaan ketika adanya peningkatan permintaan terhadap barang dan jasa.

"Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap dapat mendukung peran LPEI dalam memperkuat transaksi ekspor nasional. Hal ini tentunya sejalan dengan semangat kami untuk terus berkontribusi dalam membangkitkan perekonomian nasional, termasuk ekspor Indonesia," ujar Hery.

Sebelumnya, BPS merilis data yang menyebut ekspor Indonesia pada Juni 2022 mencapai 26,09 miliar dolar AS, naik sekitar 40,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021. Sementara impor Juni 2022 mencapai 21 miliar dolar AS, naik sekitar 21,98 persen dibandingkan bulan yang sama pada 2021, sehingga menandakan neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 mengalami surplus sebesar 5,09 miliar dolar AS. Hal itu memperpanjang tren neraca perdagangan Indonesia yang surplus 25 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

"Tentu upaya menjaga konsistensi neraca perdagangan yang surplus ini menjadi sangat penting. Bukan saja bagi pelaku ekspor secara langsung, tapi kami di BSI dari segi perbankan syariah. Apa lagi jika ekspornya dilakukan oleh perusahaan besar hingga tingkat UMKM. Ini akan menjaga ketahanan ekonomi Indonesia ke depan secara menyeluruh oleh semua segmen pelaku ekonomi. Dan kami BSI siap mewujudkan itu dengan dukungan secara nyata," kata Hery.

Per Maret 2022 lalu, kinerja pembiayaan BSI tumbuh positif sebesar sebesar 11,59 persen secara year on year (yoy). BSI juga mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan, sebesar Rp48,25 triliun atau berkontribusi sekitar 27 persen dari total portofolio pembiayaan pada kurun waktu yang sama.

Kualitas pembiayaan BSI pun semakin membaik dan terjaga. Hal itu tercermin dari non performing financing (NPF) nett yang turun menjadi 0,9 persen pada Maret 2022. NPF Gross juga mengalami penurunan, semula sebesar 3,09 persen pada Maret 2021 menjadi sebesar 2,91 persen pada Maret 2022.

"Maka dengan adanya kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan bisnis dari seluruh aspek. Baik di BSI maupun LPEI terutama peningkatan kualitas ekspor Indonesia," ujar Hery.

Kerja sama itu meliputi penyediaan fasilitas pembiayaan, pemanfaatan produk jasa perbankan syariah khusus transaksi ekspor, serta impor untuk nasabah LPEI serta layanan payroll penggajian pegawai. LPEI juga menyediakan layanan penjaminan pembiayaan bagi nasabah BSI yang melakukan kegiatan ekspor.

Sinergi tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan yang telah dilakukan pada Maret lalu. Di mana nantinya pegawai LPEI dapat menikmati layanan BSI tak hanya payroll, tapi juga fasilitas pembiayaan Griya, Multiguna, OTO, Gadai dan pembiayaan emas, serta produk simpanan seperti tabungan, giro dan deposito.

Selain itu, dari sisi korporasi mendapatkan layanan mulai dari transaction banking termasuk cash management, virtual account, trade services dan penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), juga layanan ritel lainnya sehingga memudahkan single access bagi nasabah LPEI untuk bertransaksi dengan cepat, aman, dan sesuai prinsip syariah.

Dengan adanya kerjasama itu, BSI berharap bisa menjadi mitra yang kuat dari LPEI yaitu untuk pengembangan ekspor melalui pembiayaan berbasis syariah, pendanaan maupun transaksi digital. Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso mengungkapkan optimisme senada.

"Kami meyakini sinergi dan kolaborasi yang dibangun pada akhirnya akan mendorong terciptanya pelaku usaha yang berdaya saing serta berkontribusi kepada ekspor nasional secara berkelanjutan. Besar harapan kami, kerjasama ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan," ujar Rijani.


Baca juga: BSI perkuat digitalisasi sebagai kunci percepatan bisnis
Baca juga: LPEI pamerkan produk mitra binaan dalam pameran Road to G20
Baca juga: Indef: Konsolidasi BSI dan UUS BTN dorong penetrasi KPR syariah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel