BSI Pasang Target Masuk 10 Bank Syariah Terbesar Dunia

Dedy Priatmojo, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Project Management Office (PMO) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi, memastikan bahwa meskipun bank syariah pelat merah itu merupakan gabungan dari tiga bank BUMN yang sudah ada sebelumnya, namun kinerjanya akan diupayakan untuk mampu melayani berbagai urusan perbankan di segala lini.

Hal itu diutarakan Hery dalam sambutannya pada acara peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), yang dihelat langsung di Istana Negara dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Hery menegaskan, BSI ini nantinya tidak hanya akan menjadi sekadar bank hasil penggabungan saja, tapi juga dengan target untuk masuk menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

"Kami akan terus berbenah dan melayani segala lini, dengan layanan modern dan inklusif serta tetap menjaga prinsip-prinsip keuangan syariah," kata Hery dalam telekonferensi, Senin 1 Februari 2021.

Hery berjanji akan membawa aspek transformasi di internal BSI, melalui upaya penguatan layanan, pengembangan SDM, serta pemanfaatan teknologi digital.

BSI sendiri dipastikan akan memfokuskan kinerjanya pada segmen UMKM secara terintegrasi. Selain itu, lanjut Hery, bank syariah pelat merah ini juga akan melayani segmen konsumer, ritel, hingga nasabah global melalui produk sukuk. "Kami berjanji akan berkontribusi pada pemerataan ekonomi masyarakat melalui ZISWAF," ujar Hery.

Dia menambahkan, dengan proses merger yang melibatkan PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah, maka BSI sebagai bank hasil merger ini memiliki aset Rp214,6 triliun dengan modal inti Rp20,4 triliun.

Sehingga, hal itu berhasil menempatkan bank syariah hasil merger ini masuk ke dalam daftar 10 bank terbesar di tanah air jika dilihat dari segi ketersediaan jumlah aset.

"Sekaligus menjadi Top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar," ujarnya.

Diketahui, Bank Syariah Indonesia (BSI) saat ini otomatis telah memiliki sekitar 1.200 kantor cabang, yang tersebar di seluruh Indonesia. Diharapkan, kantor-kantor cabang BSI yang sebelumnya merupakan kantor cabang dari ketiga bank tersebut, akan mampu mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang ditargetkan mampu melampaui pencapaian bank-bank konvensional.