BSI tegaskan komitmen dukung pembangunan berkelanjutan pemerintah

Bank Syariah Indonesia (BSI) menegaskan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Komitmen BSI kepada pembangunan berkelanjutan menjadi hal yang mutlak. BSI menetapkan pembiayaan UMKM sebagai prioritas melalui berbagai program,” kata Direktur Risk Management Bank Syariah Indonesia Tiwul Widyastuti dalam seminar virtual LPPI di Jakarta, Kamis.

BSI memiliki sejumlah program untuk mendukung perkembangan UMKM, antara lain program Masyarakat Desa Kreatif, UMKM Go Digital bersama e-commerce, pelatihan UMKM ekonomi kreatif fashion, program kemitraan peternakan sapi hingga program penyaluran KUR.

Tiwul menuturkan bahwa BSI berterima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

BSI meyakini pembangunan berkelanjutan akan membawa pertumbuhan bisnis dan kinerja yang sehat dan berkelanjutan serta memberikan keuntungan yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Serta Alhamdulillah juga kepercayaan masyarakat dan reputasi yang meningkat kepada Bank Syariah Indonesia,” ujarnya.

Meskipun masih berusia 2 tahun, Tiwul menyampaikan bahwa portofolio pembiayaan keuangan berkelanjutan BSI menunjukkan kinerja yang memuaskan. Pembiayaan green financing non UMKM hingga Juni 2022 telah mencapai Rp8,63 triliun atau naik 123 persen dari Juni 2021 yang sebesar Rp4,07 triliun.

“Bahkan sudah melampaui target kami di Desember 2022 (Rp7 triliun) karena waktu menetapkan target, kami sedikit galau karena kami merger di tengah COVID-19,” tuturnya.

Tiga besar kategori green financing adalah produk eco-efficient sebanyak 48,25 persen, lalu pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Lahan Berkelanjutan sebanyak 22 persen dan energi terbarukan 18 persen.

Kemudian untuk portofolio pembiayaan keuangan berkelanjutan UMKM hingga Juni 2022 mencapai Rp41,4 triliun atau naik 12,24 persen dari Juni 2021 yang berjumlah Rp36,9 triliun. Capaian portofolio sektor UMKM tersebut juga hampir melampaui target 2022 sebesar Rp44,8 triliun.

“Sehingga secara gabungan ESG Financing hingga Juni telah mencapai Rp50 triliun,” ucapnya.

Adapun pembiayaan keuangan berkelanjutan BSI hingga Juni 2022 tersebut berkontribusi sebanyak 26,16 persen dari total pembiayaan BSI. Naik dari capaian Juni 2021 yang berjumlah Rp40 triliun atau berkontribusi sebanyak 25,40 persen dari total pembiayaan BSI.

Baca juga: BSI Mobile catatkan pertumbuhan pengguna 81 persen di kuartal II-2022
Baca juga: Dirkeu BNI sebut tak ada rencana penggabungan BNI dengan BTN
Baca juga: Wapres : Pemerintah ingin miliki saham di BSI