BSN dorong sektor pariwisata terapkan SNI dan protokol kesehatan

M. Hari Atmoko
·Bacaan 2 menit

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad mendorong para pelaku usaha sektor pariwisata menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) disertai protokol kesehatan sebagai jaminan pencegahan penularan COVID-19 di sektor wisata.

"Badan Standardisasi Nasional (BSN) selain mengutamakan protokol kesehatan juga tetap melakukan diseminasi atau pembinaan untuk penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berkaitan dengan terutama pemulihan ekonomi nasional, salah satunya bidang pariwisata," katanya di Yogyakarta, Jumat.

PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), menurut dia, salah satu BUMN di sektor wisata yang mampu menerapkan protokol kesehatan serta SNI di lingkungan perusahaannya.

Melalui penerapan SNI, BSN mendorong pengelolaan pariwisata tetap menerapkan prinsip keberlanjutan atau kesinambungan serta manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Jadi lingkungan sekitar tidak dirusak, masyarakat bisa menikmati, tetapi mereka (pengunjung) juga aman di dalam melakukan kegiatan pariwisatanya. Terlebih Yogyakarta merupakan tujuan destinasi wisata baik lokal maupun internasional," kata Kukuh.

Baca juga: BSN gelar Indonesia Quality Expo 2020 di Yogyakarta

Selain itu, profesionalitas pengelola kawasan di bawah naungan PT TWC, juga mutlak diperlukan.

"Kami mendorong adanya kebijakan manajemen TWC untuk meningkatkan profesionalisme bagi insan di dalamnya kaitannya dengan pengelolaan kawasan pariwisata sesuai dengan persyaratan standar. Selain berkomunikasi dengan BSN, TWC juga perlu berkomunikasi dengan instansi lain terkait," kata dia.

Direktur Keuangan, SDM & Investasi PT TWC Palwoto mengatakan pelaku usaha pariwisata perlu meningkatkan kualitas pelayanan dan menjamin keselamatan masyarakat di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

"Pelaku usaha perlu meningkatkan nilai dan pendapatan sebagai aktivitas ekonomi, namun kenyamanan dan keselamatan masyarakat/pengunjung tetap harus menjadi prioritas," kata dia.

Oleh karena itu, Palwoto menilai standardisasi menjadi bagian yang penting untuk mewujudkan tujuan tersebut. Salah satu pariwisata yang dikelola PT TWC yakni Kawasan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

"Menerapkan standardisasi untuk kawasan tersebut menjadi hal yang sangat penting, apalagi kawasan ini menjadi 1 dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP)," kata dia.

Baca juga: Amarta Karya rampungkan Laboratorium SNSU milik BSN
Baca juga: BSN dorong standardisasi-kesesuaian untuk hidup sehat-produktif