BSN gandeng 44 UMKM di Palembang promosikan SNI

Badan Standardisasi Nasional menggandeng 44 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Palembang, Sumatera Selatan, untuk mempromosikan Standardisasi Nasional Indonesia.

Sekretaris Utama Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny purnomo mengatakan puluhan UMKM ini bergerak di beragam sektor di antaranya kuliner, fesyen, dan kriya.

“BSN sebagai lembaga non pemerintah yang bertugas untuk mengeluarkan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) sejauh ini sudah memiliki aplikasinya, dan kami berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkannya secara optimal,” kata Donny setelah membuka Festival UMKM ber-SNI di Palembang, Jumat.

Baca juga: BSN dorong pelaku UMKM terapkan SNI guna perluas pasar dan daya saing

Ia mengatakan sejauh ini jumlah UMKM yang sudah menyandang label SNI sebanyak 2.000-an.

Angka ini masih jauh dari jumlah UMKM yang diperkirakan mencapai 65 juta.

Di tengah keterbatasan sumber daya, BSN terus berupaya untuk mendorong pelaku UMKM menerapkan SNI.

Walau masih bersifat sukarela, tapi label SNI ini diyakini dapat membuka akses pasar dan meningkatkan daya saing.

Bahkan sejauh ini sudah terdapat 100 rib pelaku UMKM yang sudah mendaftarkan produknya untuk memiliki SNI melalui aplikasi Sistem Online Single Submission (OSS) yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Prosesnya terbilang mudah bagi pelaku UMKM. Jika produknya rendah risiko, dapat langsung mendapatkan izin menggunakan label SNI, kata dia.

Namun, jika produknya cukup berisiko maka pemerintah akan memberikan pembinaan agar mendapatkan label SNI.

Untuk itu, para pelaku UMKM asal Palembang yang belum memiliki SNI dapat juga memanfaatkan fasilitas pendampingan di Unit Pelayanan Teknis BSN di Gedung BLPT Jalan Basuki Rahmat Palembang.

Baca juga: Kepala BSN: standar internasional bantu pencapaian tujuan G20

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel Febrita Lustia Herman Deru mengatakan pihaknya aktif dalam mendorong pelaku UMKM untuk menerapkan SNI.

Produk-produk kuliner seperti pempek, alangkah baiknya jika sudah menerapkan SNI sehingga jika harus bersaing di pasar global sudah bisa, kata dia.

Sejauh ini Dekranasda Sumsel membina pelaku UMKM dengan menyelenggarakan beragam pelatihan seperti pelatihan kemasan hingga pelatihan keuangan dan pemasaran.