BSSN soal Bjorka: Masyarakat Tenang Saja Tidak Ada Sistem Elektronik Diserang

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian meminta masyarakat tak perlu resah terkait kebocoran dokumen penting yang diklaim Hacker Bjorka. Menurutnya, tak ada sistem elektronik yang diserang oleh hacker.

"Masyarakat itu kita harapkan tenang saja. Tidak ada satu sistem elektronik yang diserang sementara ini. Sistem elektronik ya," kata Hinsa usai bertemu Presiden Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/9).

Hinsa tak menjelaskan secara teknis mengapa dokumen penting negara bisa diretas. Dia justru memastikan tak ada sistem elektronik yang terganggu.

"Begini ya, sekarang saya mesti tanya, ada sistem elektronik yang terganggu enggak di republik ini?" ujarnya.

Hinsa pun tidak menjelaskan sistem elektronik yang dimaksud meski berulang kali ada kebocoran siber. "Wah itu lebih susah lagi jelasinnya," ujarnya.

"Itu nanti dijelaskan. tetep bisa akses tapi bocor datanya," tutup Hinsa.

Berdasarkan informasi, Hacker Brjorka pada Jumat (9/9) mengklaim telah membocorkan dokumen-dokumen kepresidenan, termasuk surat-surat rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Bjorka mengatakan data berukuran 40 MB itu berisi 679.180 dokumen. Data-data tersebut dirampas per September 2022. Di situsbreached.to, Bjorka mengunggah sejumlah dokumen yang diklaim milik Presiden Jokowi pada periode 2019- 2021.

"Berisi transaksi surat tahun 2019 - 2021 serta dokumen yang dikirimkan kepada Presiden termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia," tulisnya di situs tersebut.

Dalam sampel tersebut tampak beberapa judul surat seperti "Surat rahasia kepada Presiden dalam amplop tertutup," "Permohonan Dukungan Sarana dan Prasana," dan "Gladi Bersih dan Pelaksanaan Upacara Bendera pada Peringatan HUT Ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2019. [eko]