BSU Anda Belum Cair, Ini 3 Penyebab

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2022 tahap pertama untuk mengurangi dampak pekerja/buruh karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sebelumnya harga Pertalite dibanderol Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000, kemudian Pertamax Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. dan Solar Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter.

Untu BSU tahap kedua akan cair minggu depan. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan, bantuan subsidi upah (BSU) tahap kedua akan segera disalurkan kepada para pekerja/buruh yang sesuai dengan ketentuan dan persyaratan.

"Minggu depan setelah verifikasi selesai maka akan kami salurkan," ucap Ida dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Apabila hingga saat ini BSU anda belum cair, Dikutip dari akun instagram resmi @Kemanker, ada tiga penyebab mengapa BSU anda tidak cair, yakni:

1. Tidak memenuhi persyaratan persyaratan yang dimaksud:

- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Peserta aktif program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan s/d Juli 2022
- Gaji/upah paling banyak Rp 3,5 juta. Pekerja/buruh yang bekerja di wilayah dengan UMP/UMK lebih besar dari Rp 3,5 juta, maka persyaratan gaji menjadi paling banyak sebesar UMP/UMK dibulatkan ke atas hingga ratusan ribu penuh.
- Bukan PNS, TNI dan Polri.

2. Sudah menerima bantuan lainnya seperti kartu prakerja, BPUM dan PKH.

3. Data rekening duplikasi, tutup, pasif, tidak valid, dibekukan, tidak sesuai dengan NIK atau tidak terdaftar. [azz]