BTN Akad Massal KPR Subsidi Ratusan Unit Rumah di Sukabumi

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Bank Tabungan Negara Tbk mendorong realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan melakukan akad massal di Sukabumi, Jawa Barat. Upaya ini juga untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Akad massal KPR Subsidi dilakukan di Kantor Cabang Bank BTN Bogor yang berlokasi di perumahan Pesona Kahuripan 4 di Desa Bojong, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor.

Direktur Consumer & Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar menuturkan, permintaan KPR di 2021 mulai menunjukkan peningkatan, sejalan dengan stimulus ekonomi dari Pemerintah. Momentum ini dimanfaatkan BTN untuk mendongkrak penyaluran KPR, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Di tengah pandemi, rumah menjadi kebutuhan yang mendesak karena berbagai aktivitas dilakukan di rumah. Kami terus berupaya terus mendukung para pengembang untuk memproduksi rumah subsidi dan memacu realisasi kredit sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah,” jelas Hirwandi di Jakarta dikutip dari keterangannya, Senin 19 April 2021.

Baca juga: Harapan Besar Anindya Bakrie Jika Terpilih Jadi Ketum Kadin Indonesia

Hirwandi menjabarkan, secara total akan ada lebih dari 1.000 unit rumah di proyek perumahan tersebut. Sebanyak 400 unit sisanya, kata dia, sedang dalam proses persetujuan KPR di Bank BTN KC Bogor.

“Mayoritas konsumen akad merupakan MBR yang bekerja di Jakarta. Sehingga, kami berharap dengan memiliki rumah yang berkualitas, para pekerja tersebut dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan berpengaruh ke produktivitas mereka,” tambahnya.

Adapun, hingga 15 April 2021, BTN telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi untuk lebih dari 31 ribu unit rumah. Sejak pandemi dimulai pada awal tahun 2020 hingga pertengahan April 2021, emiten bersandi saham BBTN juga tercatat telah memberikan KPR Subsidi baik skema konvensional maupun
syariah untuk lebih dari 153 ribu unit rumah.

"Nilai penyaluran untuk ratusan ribu hunian tersebut setara Rp21,5 triliun," tambah.