BTN Bagikan Dividen 20 Persen dari Laba

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Ini bahayanya jika Indonesia bergantung pada utang Singapura

    Ini bahayanya jika Indonesia bergantung pada utang Singapura

    Merdeka.com
    Ini bahayanya jika Indonesia bergantung pada utang Singapura

    MERDEKA.COM. Koalisi Anti Utang (KAU) menyebut ketergantungan Indonesia pada utang asing khususnya pada Singapura berbahaya. Pasalnya, jika terjadi konflik, maka Singapura dapat menghancurkan Indonesia melalui aspek utang.Ketua KAU, Dani Setiawan, menuding Singapura sebetulnya hanya broker atau kepanjangan tangan investor dari negara Eropa. Maka dari itu, mereka memegang kendali supply utang."Dalam skenarionya seperti itu, di mana Singapura selama ini menjadi posisi tuan rumah lembaga investasi …

  • Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    Tempo
    Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia akan mengoperasikan 8 slot penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dengan demikian, kata Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, maskapainya akan mengoperasikan 16 penerbangan dalam sehari. …

Jakarta (ANTARA) - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN Kamis ini di Jakarta, menyetujui pemberian dividen sebesar 20 persen dari laba bersih 2011 sebesar Rp1,12 triliun.

"RUPS memutuskan 20 persen dari laba atau sekitar Rp223,7 miliar dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham atau per lembar saham mendapat dividen Rp25,31 ," kata Dirut BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, 1,5 persen dan 2 persen dari laba dialokasikan masing-masing untuk program kemitraan dan bina lingkungan serta sisanya 21,46 persen dan 55,04 persen digunakan masing-masing untuk cadangan tujuan dan cadangan umum yang akan digunakan untuk memperkuat permodalan perusahaan.

"Penyediaan dana untuk cadangan tujuan dan cadangan umum ini lebih untuk memperkuat dana perusahaan yang akan digunakan untuk ekspansi bisnis BTN ke depan," katanya.

Pada 2009 dan 2010, BTN telah membagikan dividen masing-masing 45 persen dan 30 persen, dengan jumlah dividen yang dibagikan pada 2009 Rp131,5 miliar dan tahun 2010 Rp274,78 miliar.

RUPS BTN juga memutuskan perubahan susunan Dewan Komisaris baru dengan mengangkat Sahala Lumban Gaol dan Dwijanti Thahjaningsih menggantikan Gatot Mardiwasisto dan Iskandar Saleh.

Pada tahun ini BTN, lanjut Iqbal akan tetap fokus pada kredit perumahan yang masih memiliki potensi pasar besar di masa mendatang dan tidak akan terpengaruh atas kebijakan BI yang baru mengenai batasan "loan to value" sebesar 30 persen, mengingat pangsa KPR BTN adalah untuk tipe rumah di bawah 70 meter persegi.

Direktur Keuangan BTN Saut Pardede dalam kesempatan itu juga mengatakan pihaknya akan menjaga CAR di posisi 15 persen meski pada tahun ini akan ada tambahan modal dari penerbitan obligasi sebesar Rp2 triliun dan rights issue saham Pemerintah di BTN.

Tambahan dana itu, lanjutnya akan digunakan untuk ekspansi kredit dengan pertumbuhan sekitar 26 persen seperti tahun lalu. Sementara dana pihak ketiga untuk giro dan tabungan akan dijaga tumbuh sekitar 30,3 persen.

Pertumbuhan dana pihak ketiga juga akan didorong dari penambahan nasabah BTN "Prioritas" yang sampai saat ini mencapai Rp700 miliar dan diharapkan bisa bertambah dua kali lipat pada tahun ini. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...