BTN Bakal Rights Issue di 2021, Target Dana Rp 5 Triliun

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana melepas saham kembali atau rights issue di 2021. Dari aksi korporasi ini, BTN mengincar dana Rp 5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendorong kinerja perseroan dalam membangun program sejuta rumah tahap II.

"Memang diskusinya adalah kebutuhan kami adalah sebanyak Rp 5 triliun. Kita harapkan Rp 3 triliun adalah dari pemegang saham dwiwarna karena komposisi sekarang adalah 60 persen dan Rp 2 triliun dari saham publik sehingga total Rp 5 triliun," ujar Wakil Direktur BTN Nixon LP Napitupulu, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Nixon mengatakan, rencana ini masih dalam tahap pembicaraan dengan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas. Dalam hal ini adalah Kementerian Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Ini masih diskusi dengan dua kantor kementerian. Kantor Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. Jadi kita sudah diskusi dengan BUMN beberapa kali dengan Kemenkeu sudah jalan sekali di level teknis belum ke ibu menteri," jelasnya.

Selain mendukung pembangunan sejuta rumah, BTN juga membutuhkan modal untuk program lainnya seperti memperkuat akusisisi anorganik perusahaan modal ventura dan persiapan manajer investasi dalam mendukung bisnis perusahaan dengan Tapera.

"untuk memperkuat pertumbuhan capital karena kami harus mendorong pembangunan sejuta rumah tahap II. Di mana kebutuhan modal kami, apabila tidak dilakukan maka CAR kami akan terbatas sehingga ekspansi sulit tercapai," papar Nixon.

Dia berharap rencana BTN tersebut dapat memperoleh dukungan dari pemerintah sebelum nota keuangan 2021. "Mudah-mudahan sudah bisa mendapat keputusan sebelum 17 Agustus 2021 atau sebelum nota keuangan," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

BTN Targetkan Laba Rp 2,8 Triliun di 2021

Pengunjung memadati stan Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Sabtu (3/3). PEX 2018 merupakan pameran yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-68 Bank BTN pada 9 Februari mendatang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung memadati stan Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Sabtu (3/3). PEX 2018 merupakan pameran yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-68 Bank BTN pada 9 Februari mendatang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik laba bersih naik ke kisaran Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun di 2021. Angka yang cukup optimistis ini dipatok melihat pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat.

Corporate Secretary BTN Ari Kurniaman mengatakan, perseroan optimistis dapat mencapai target bisnis di tahun ini ditopang manajemen yang solid. “Kami juga tetap optimistis mampu meraih posisi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025 didukung infrastruktur perumahan yang kuat dan inovasi yang terus kami lakukan sehingga dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia memiliki hunian yang terjangkau dengan mudah,” jelas Ari di Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Beberapa target kinerja keuangan yang juga ditetapkan BTN di tahun kerbau logam ini yakni kredit dan pembiayaan dibidik naik sebesar 7 persen hingga 9 persen. Dana Pihak Ketiga ditargetkan berada dalam pertumbuhan yang sejajar dengan kredit atau dikisaran 7 persen hingga 9 persen.

Sementara itu, dalam RUPST tersebut juga disepakati penunjukkan jajaran pengurus baru manajemen perseroan. Pemegang saham memutuskan memberhentikan dengan hormat Pahala Nugraha Mansury selaku Direktur Utama BTN dan Yossi Istanto dari posisi sebagai Direktur Human Capital, Legal, and Compliance.

RUPST juga memutuskan mengangkat Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama Bank BTN. Pemegang saham juga mengangkat Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance, Planning, and Treasury dan Eko Waluyo selaku Direktur Compliance and Legal. RUPST Bank BTN 2020 juga mengangkat Iqbal Latanro sebagai Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.

Menurut Ari, perseroan menyambut positif susunan pengurus yang baru tersebut. Bisnis BTN, lanjutnya, akan tetap berjalan normal dengan tetap mendukung program perumahan nasional sebagai core business Bank BTN.

Selain itu, Ari mengungkapkan BTN juga akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sektor lainnya, sehingga dapat menjadi lokomotif pendorong perbaikan ekonomi nasional.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: