BTN salurkan kredit Rp265,9 triliun pada triwulan II-2021

·Bacaan 2 menit

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Haru Koesmahargyo mengatakan penyaluran kredit BTN telah mencapai Rp265,9 triliun pada triwulan II-2021 atau tumbuh 5,59 persen (yoy) dari Rp251,83 triliun pada triwulan II-2020.

"Kami tidak mungkin mencapai ini tanpa ada dukungan dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ujar Haru dalam paparan kinerja triwulan II-2021, di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pertumbuhan kredit tersebut tercatat jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional, yang hanya tumbuh sebesar 0,45 persen per Juni 2021.

Haru memaparkan KPR subsidi menjadi motor utama penggerak penyaluran dengan tumbuh 11,17 persen, dari Rp113,6 triliun pada triwulan II-2020 menjadi Rp126,2 triliun di triwulan II-2021.

Sedangkan, KPR non-subsidi meningkat 0,9 persen dari Rp79,9 triliun pada triwulan II-2020 menjadi Rp80,6 triliun di triwulan II-2021, sehingga KPR secara keseluruhan naik 4,39 persen dari Rp228,9 triliun di triwulan II-2020 menjadi Rp238,9 triliun pada triwulan II-2021.

Baca juga: BTN bukukan laba bersih Rp920 miliar pada triwulan II-2021

Selain itu, lanjut dia, kredit konsumer non-perumahan juga tercatat meningkat 17,47 persen menjadi Rp5,43 triliun pada triwulan II-2021.

Di tengah pertumbuhan kredit yang kuat saat pandemi, Haru menegaskan bahwa pihaknya melakukan beberapa perbaikan yang sudah mulai dirasakan, diantaranya turunnya loan to deposit ratio (LDR) sebesar 2.216 basis poin (bps) dari 111,27 persen pada triwulan II-2020 menjadi 89,12 persen di triwulan II-2021.

Hal tersebut juga diiringi dengan efisiensi penurunan suku bunga simpanan atau cost of fund (COF) dari triwulan II-2020 yakni 5,6 persen, menjadi 3,45 persen pada triwulan II-2021.

"Penurunan ini tentu akan memberi manfaat, baik untuk BTN dan nasabah, khususnya agar para debitur BTN bisa mendapatkan suku bunga yang lebih murah, lebih atraktif, dan lebih terjangkau," kata Haru.

Baca juga: Erick Thohir akan refocusing BTN jadi "mortgage bank" perumahan

Baca juga: BTN salurkan bansos pemerintah Rp433,78 miliar selama PPKM darurat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel