BTP dan Pahala Tinjau Proyek Kilang Balikpapan yang Terdampak Pandemi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama (BTP) dan Wakil Menteri BUMN-I, yang merupakan Wakil Komisaris Utama, Pahala Nugraha Mansury, mengunjungi Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Turut hadir pula dalam kunjungan ini Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Djoko Priyono. Kehadiran para Komisaris diterima langsung oleh Direktur Utama PT KPB, Feri Yani bersama Direksi dan Manajemen.

BTP dan Pahala didampingi Komite Dewan Komisaris meninjau perkembangan proyek yang dikelola PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Meskipun proyek ini mengalami keterlambatan hingga 8 bulan karena adanya pandemi Covid-19 serta adanya temuan material yang tidak teridentifikasi sebelumnya di dalam tanah, pelaksanaan konstruksi proyek di lapangan tetap berlangsung untuk mengejar keterlambatan tersebut.

Terkait kondisi itu, BTP dan Pahala mengingatkan kontraktor yang terdiri dari Hyundai Engineering, Rekind, PP dan SKEC agar menyelesaikan proyek dengan kualitas terbaik, tanpa tambahan biaya yang bisa merugikan Pertamina maupun mengurangi nilai keekonomian proyek ke depannya.

“Kita mau proyek ini selesai dengan segala konsekuensinya, tetapi harus tetap sesuai aturan dan asas keadilan,” tegas BTP.

Ia juga menambahkan agar Pertamina senantiasa mengingat ‘frame besar’ pembangunan proyek ini.

“Yaitu UUD (Ujung-Ujungnya Devisa). Karena kalau kita melakukan apapun juga, devisa masih kesedot, berarti gagal. Setiap proyek yang kita bangun harus dapat menambah atau menghemat devisa. Jadi ada optimasi devisa,” imbuhnya.

Proyek RDMP Balikpapan dibangun dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 kbpd menjadi 360 kbpd dan meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi standard EURO V yang lebih ramah lingkungan. Tujuan lainnya, yakni meningkatkan kompleksitas kilang dengan menambah unit konversi demi menghasilkan lebih banyak higher value product.

Terakhir, Proyek RDMP diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengolahan crude (minyak mentah) agar mampu mengolah crude yang lebih sour. Direktur Utama PT KPB, Feri Yani mengapresiasi kunjungan Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) dan tetap optimis Kilang Pertamina Balikpapan unit RCC mulai beroperasi akhir tahun 2023.

“Kehadiran Komisaris Utama dan Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) beserta rombongan ke Proyek RDMP Balikpapan membawa semangat dan harapan besar pada kami agar dapat segera menyelesaikan proyek kebanggaan bangsa ini,” kata Yani.

Sampai 16 September 2021 Proyek EPC ISBL OSBL RDMP Balikpapan telah mencapai overall progress 41,55%. Pencapaian ini sedikit di atas target revisi sebesar 40,00%, namun 41,82% di bawah target awal sebesar 83,37%. Meskipun demikian, Feri Yani meyakini bahwa pandemi COVID-19 tak menyurutkan semangat para Perwira PT KPB untuk bahu-membahu menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini.

(Foto:Dok.Pertamina)
(Foto:Dok.Pertamina)

Feri Yani menjelaskan, bahwa demi mengejar pencapaian proyek maka KPB melakukan beberapa mitigasi, seperti para pekerja diwajibkan menerapkan protokol COVID-19 dengan sangat ketat di lingkungan perusahaan dan area proyek; berupa kewajiban penggunaan double masker, pelaksanaan WFH, kampanye 6M, Covid Ranger Daily Inspection, Daily Check Up (berupa pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, dan tekanan darah), antigen rutin setiap minggu, medical screening & medical clearance, serta vaksinasi bagi seluruh pekerja serta mitra kerja. Selain itu, KPB sempat terlibat pengaturan penggunaan Oksigen kebutuhan konstruksi kilang untuk dialokasikan membantu penanganan COVID-19 di Kalimantan Timur.

“Yang kita harapkan tentu semua yang di sini harus pulang dengan selamat. Bukan rest in peace, tetapi race in peace,” kata BTP soal keselamatan pekerja.

Dalam hal keselamatan kerja, sampai saat ini RDMP Balikpapan telah mencapai jam kerja aman selama 37.428.392 jam. Prestasi ini dicapai karena PT KPB senantiasa mengutamakan keselamatan kerja. Perusahaan menerapkan secara ketat kewajiban menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai ketentuan HSSE (Health, Safety, Security, & Environment).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu terkesan dengan upaya PT KPI dan PT KPB yang mengupayakan akselerasi kemajuan proyek ini,

“Kita sangat bersyukur karena proyek ini menyerap tenaga kerja yang banyak. Apalagi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang digunakan dalam proyek ini mencapai kisaran 30 - 35 persen,” kata BTP saat memberikan pernyataan di area kilang.

Proyek RDMP Pertamina Balikpapan terbukti mampu berkontribusi terhadap perekonomian Kalimantan Timur. Saat ini proyek telah memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 9.044 orang, dimana puncaknya akan mencapai sekitar 20.000-an orang. Mayoritas pekerja berasal dari Kota Balikpapan dan sekitarnya. Proyek Strategis Nasional ini memberi multiplier effect besar bagi daerah baik secara langsung maupun tidak langsung.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel