BTPN Syariah catatkan pertumbuhan pembiayaan 2,25 persen

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

PT Bank Tabungan Pensiun Nasional Syariah Tbk mencatatkan pertumbuhan pembiayaan 2,25 persen pada kuartal III 2020 menjadi Rp9,1 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,9 triliun.

Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo mengatakan bersyukur melihat nasabah emiten berkode BTPS itu sudah mulai bergeliat kembali meski pandemi masih berlangsung hingga kini.

"Kami juga mempelajari selama masa pandemi ini, bahwa nasabah kami perlu terus melanjutkan usahanya untuk bertahan serta melalui masa yang penuh tantangan ini.Kami bantu mereka untuk mendapatkan pembiayaan baru, serta memastikan terjadinya perbaikan kondisi mereka," ujar Hadi dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.

Baca juga: BTPN Syariah latih perempuan buat masker di Mataram

Hadi menuturkan, pembiayaan produktif di tengah pandemi dijalankan perseroan dengan selektif dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Rasio Pembiayaan Bermasalah (Non Performing Financing/NPF) tetap terjaga sebesar 1,9 persen, di bawah rata-rata industri.

"Komunikasi yang baik dengan mereka turut kami lakukan, terutama untuk senantiasa menjalankan dan menguatkan empat perilaku unggul dalam berusaha BDKS yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu. Perilaku inilah yang selalu dibangun oleh petugas lapangan kami selama melakukan pelayanan kepada kelompok nasabah pembiayaan kami," kata Hadi.

Ia juga mengapresiasi kerja sama yang telah dilakukan oleh seluruh nasabah dan lingkungan sekitar nasabah yang telah menciptakan situasi yang kondusif. Hadi juga berterima kasih kepada berbagai program strategis pemerintah dan regulator yang memberikan dampak yang sangat baik bagi segmen nasabah yang dilayani perseroan.
Baca juga: Pakar: Merger bank syariah BUMN optimalkan pasar ekonomi syariah

Sampai akhir September 2020, BTPN Syariah juga mempertahankan rasio kecukupan modal di posisi 43,1 persen, dengan total aset menjadi Rp15,5 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp9,4 triliun.

Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp507 miliar, tumbuh signifikan dari akhir kuartal II lalu, namun lebih rendah dibandingkan kuartal III 2019 Rp976 miliar. Per 7 Juli 2020 lalu, BTPN Syariah sendiri telah meningkat menjadi Bank BUKU III atau bank yang memiliki modal inti Rp5 triliun hingga Rp30 triliun.