Bu Dokter di Pekanbaru Aniaya Pembantunya

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Tindak kekerasan atau penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) bukan saja terjadi di luar negeri, tapi juga terjadi di Pekanbaru. Kali ini seorang dokter yang nekat menganiaya pembantunya
sejak bulan Mei 2013 sampai September 2013. Akibatnya korban dengan inisial AB (14) warga asal Atambua, Nusa
Tenggara Timur (NTT) dan masih dibawah umur mengalami luka lebam di seluruh tubuhnya.

Tidak tahan terus dianiaya oleh pelaku yang diketahui bernama Dr Ronika Simaloho (38) pemilik Apotik Ika Farma
Jalan Bhakti, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (19/9/2013) korban kabur dari tempat
kerjanya.

Saat kabur itu AB sempat kebingungan di Jalan Bhakti dan tidak tahu mau pergi kemana. Ketika ia kebingungan itulah
ditemui Nasrun (46) warga Jalan Rengas, Marpoyan Damai dengan sekujur tubuh penuh dengan luka lebam. Melihat
kondisi korban warga menanyakan ke korban dan dijawab oleh korban ia telah disiksa atau dianiaya majikannya (dr
Ronika Sihaloho) dengan menggunakan gunting, kayu dan alat lainnya.

Kemudian korban juga mengaku ia sudah 9 bulan bekerja sebagai PRT di toko obat tersangka. Selama bekerja itu
korban tidak pernah digaji. Kejamnya lagi korban diberi makan 1 kali sehari.

"Saya belum pernah sekalipun menerima gaji, berapa gaji yang akan dibayar perbulannya, saya tak tahu. Makan pun
hanya dijatah satu kali," ujarnya.

Melihat kondisi korban yang sangat parah Nasrun membawa korban ke Polresta Pekanbaru untuk membuat laporan.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Hermansyah SIK yang sudah dipromosikan menjabat Direktur Resnarkoba Polda Riau, ketika
dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/9/2013) membenarkan ada laporan penganiayaan anak dibawah umur tersebut secara
tertulis dari jajaran Polresta Pekanbaru masuk ke Polda Riau.

"Laporannya masih dalam penyelidikan pihak reskrim jajaran Polresta Pekanbaru. Saat ini korban masih dimintai
keterangan oleh penyidik di Mapolresta," ujar Hermansyah. (rsy)

Baca Juga:

Bu Dokter di Pekanbaru Aniaya Pembantunya

Bekas Ketua KY Mengaku Pernah 3 Kali Ditelepon DPR

Ronaldinho Pamer Gigi Senilai Rp 750 juta

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.