Buah dan Minuman yang Efektif Atasi Masalah Bau Mulut

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Bau mulut merupakan masalah klasik yang dialami banyak orang, baik dewasa, anak-anak maupun usia senja. Dibandingkan bau badan, masalah bau mulut bisa diatasi secara singkat dengan tidak banyak berbicara atau jaga jarak saat mengobrol. Namun tetap saja, bau mulut tidak bisa diremehkan karena bisa mempengaruhi kepercayaan diri, penilaian orang dan juga bisa menjadi tanda ada masalah kesehatan.

Dalam medis, bau mulut dikenal dengan nama halitosis yakni aroma tidak sedap yang dapat berasal dari gigi, mulut dan faktor lainnya.

“Bau mulut dapat hilang, meski tak menutup kemungkinan untuk menetap. Hal ini terjadi khususnya jika penderitanya tidak melakukan penanganan secara tepat,” tutur drg. Wiena dari KlikDokter.

Lebih lanjut, drg. Wiena menjelaskan bahwa bau mulut dapat disebabkan oleh beberapa kondisi Diantaranya kesehatan mulut yang buruk, konsumsi makanan berbau tajam, mulut kering dalam waktu lama, adanya penyakit gigi atau gusi, kebiasaan merokok dan mengalami gangguan pernapasan.

Untuk mencegah bau mulut, langkah awal penting yang perlu dilakukan adalah menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi mengandung fluoride, tidak mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, dan rutin memeriksakan karang gigi ke dokter. Di samping perawatan tersebut, kamu juga bisa menggunakan bahan alami untuk menjaga kebersihan rongga mulut. Seperti mengonsumsi minuman dan buah yang berkhasiat untuk mengatasi bau mulut.

Buah dan Minuman untuk Mengatasi Bau Mulut

Ilustrasi Jus Nanas Credit: pexels.com/Sora
Ilustrasi Jus Nanas Credit: pexels.com/Sora

Dikutip dari KlikDokter, berikut ini cara alami yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi bau mulut, antara lain:

1. Jeruk

Buah asam yang tinggi akan kandungan vitamin C ini ternyata dapat membantu mengatasi bau mulut dan menjaga kesehatan gigi! Sebuah studi melaporkan bahwa vitamin C yang ada pada jeruk mampu meningkatkan produksi air liur (saliva), yang pada akhirnya mencegah terjadinya bau mulut.

2. Apel dan Pir

Buah-buahan seperti apel dan pir membantu produksi air liur, yang penting untuk memberi nutrisi dan menyeimbangkan kembali ekologi di dalam mulut secara alami

3. Jus nanas

Banyak orang percaya bahwa rasa asam khas yang dirasakan setelah mengonsumsi jus nanas dapat membantu mengatasi bau mulut. Ternyata, hal ini bukanlah isapan jempol belaka!

Meski belum ada studi yang dapat dijadikan acuan, beberapa pakar kesehatan percaya bahwa minum segelas jus nanas atau mengunyah nanas selama beberapa menit mampu menurunkan risiko terjadinya bau mulut.

Selanjutnya

4. Teh hijau

Penelitian mengatakan bahwa teh hijau mengandung disinfektan dan senyawa yang mampu menetralkan bau mulut. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, konsumsilah teh hijau yang telah didinginkan sebelumnya. Pastikan teh hijau yang Anda konsumsi bersifat alami, alias tidak ditambahkan bahan kimia atau pemanis buatan jenis apapun.

5. Yoghurt

Yoghurt merupakan jenis makanan sehat yang mengandung lactobacillus. Itu adalah jenis bakteri baik yang terbukti dapat membantu memberantas bakteri jahat di berbagai bagian tubuh.

Penelitian menyebut bahwa konsumsi yoghurt selama enam minggu mampu menurunkan bau mulut pada 80% peserta studi. Manfaat ini mampu diberikan yoghurt berkat kandungan bakteri baik yang ada di dalamnya.

Untuk merasakan manfaat serupa, Anda dianjurkan untuk makan plain yoghurt tanpa lemak satu kali sehari. Lakukan secara rutin, agar bau mulut tak datang lagi.

7. Air putih

Seperti telah disinggung sebelumnya, kekeringan pada mulut akibat produksi air liur yang sedikit adalah awal mula terjadinya bau mulut. Akibat kondisi tersebut, bakteri lebih mudah berkembang dan mengeluarkan aroma tidak sedap di dalam mulut.

Sebagai solusinya, cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sebanyak 8 gelas setiap hari. Hindari minuman mengandung gula, atau berkafein seperti kopi maupun teh.

Jika bau mulut tetap ada meskipun kamu sudah menempuh cara-cara di atas, segera konsultasikan dengan dokter. Itu bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang lain.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel