Buah Sabar Menabung, Tukang Becak Eme Bahagia Bisa Haji Bersama Istri

Merdeka.com - Merdeka.com - Perjuangan Eme Karma Ardali (62) dan Icih Salsih Surya (57) patut membuat bangga. Hidup pas-pasan sebagai tukang becak tidak membuatnya berkecil hati. Justru sebaliknya menginspirasi karena mengantarkan mereka ke Tanah Suci.

Setiap harinya, Eme menyisihkan uang hasil membawa becak. Jumlahnya pun tidak banyak. Kisaran Rp20-30 ribu. Tetapi berkat niat tulusnya, uang yang dikumpul bertahun-tahun menjadi bekal dia dan istri mendaftar haji.

Eme dan Icih mendaftar haji tepat di tahun 2012. Lebih kurang 10 tahun menanti, akhirnya Eme dan Icih bisa berangkat dan sudah tiba di Madinah akhir pekan lalu.

"Saya lega dan enak, enak sekali saya bahagia sekali bisa hajian di sini," kata Eme kepada Media Center Haji di Madinah, Rabu (14/6).

Eme bercerita bagaimana perjuangannya menabung demi bisa berhaji. Hasil membecak dia usahakan dibagi dua, untuk makan dan tabungan haji. Bahkan kadang kala, dia terpaksa mempertaruhkan dapurnya tidak mengepul terpenting tabungan hajinya terisi.

"Karena sangat ingin berhaji itu adalah cita-cita semua umat Islam," katanya tersenyum.

Saat ditemui, Eme dan sang istri baru saja selesai menyelesaikan salat arbain waktu Zuhur di Masjid Nabawi. Keduanya antusias menceritakan perjuangan mereka. Sesekali Icih tampak menggenggam tangan suami tercinta.

"Sangat lega bisa masuk karena bayak yang tidak masuk akibat usia. Tapi ini dipanggil berhaji, kesempatan yang oke luar biasa," timpal Icil semringah.

Eme menceritakan hal yang paling terkenang buatnya selama mengikuti proses persiapan haji. Salah satunya manasik yang dilakukan KBIH.

"Kita saat manasik itu naik becak dari Heulet (rumah) ke Kadipaten. Jaraknya sekitar 5 km. Jauh memang, tapi karena niat ingin berhaji," kenang Eme.

Keduanya tidak punya harapan muluk-muluk selama di Tanah Suci. Bisa beribadah dengan lancar dan ingin mendoakan tiga anaknya agar soleh meski tidak memiliki pekerjaan tetap. Icih juga mendoakan suami tercinta selalu sehat.

"Doanya minta anak soleh, kasihan orang tua. Itulah yang terus saya minta. Saya juga minta bapak sehat, saya sehat," ucapnya.

Eme dan Icih juga berterima kasih pada jemaah lain yang sudah banyak membantu. Selama lebih kurang, 40 hari lebih di Madinah, keduanya hanya ingin fokus ibadah.

"Saya pasrah saja ke Allah. Bisa ke sini tentunya panggilan dari Allah. Sekarang fokus ke haji karena semuanya karena niat," tutup Emen. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel