Buang Sikap Radikal Intoleran, Perkuat Kebersamaan Antar-Umat Beragama

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat jangan mudah terpengaruh propaganda kelompok radikal intoleran yang kerap menyebarkan kebencian. Perkuat rasa persaudaraan agar tidak mudah dipecah belah.

"Dalam agama banyak sekali anjuran selalu menjaga kebersamaan solidaritas antar-sesama, saling menolong dalam kebaikan. Kalau seseorang tidak memperhatikan ini maka perlu dipertanyakan," ujarnya anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia, Suaib Tahir, Minggu (17/7).

Menurutnya, totalitas dalam beragama artinya semua aspek kehidupan seseorang harus selalu erat kaitannya dengan solidaritas. Agar tidak egois, lanjutnya, masing-masing perlu melakukan instropeksi.

Jika kita mampu menjawab pertanyaan ini dan memahaminya, maka otomatis akan tercipta dalam diri kita rasa kebersamaan rasa selalu ingin berempati dan mencintai sesama," tutur Koordinator Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT ini.

Dalam Islam, dia mencontohkan, dijelaskan dan diperintahkan agar umat senantiasa menjaga kebersamaan untuk memangkas sikap intoleran dan ekslusif.

Dia berharap pemerintah serta tokoh agama juga mampu mendorong umat untuk senantiasa bersikap rendah hati dan mulai melakukan segala sesuatunya untuk kemaslahatan umat.

"Karena itu setiap tokoh atau ulama harus selalu mengedepankan pendekatan-pendekatan lunak dalam berdakwah dan membimbing masyarakat," kata Direktur Damar Institute ini yang fokus pada Kontra Narasi dan Ideologi paham Radikal Terorisme.

"Dengan demikian umat akan mengikuti dan mentaati, memberikan contoh yang baik bagi umatnya baik dalam sikap maupun dalam gagasan-gagasan," tandasnya. [did]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel