Buang Sikap Saling Memusuhi Dapat Merusak Perdamaian Bangsa

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat harus membuang jauh rasa saling membenci dan memusuhi terhadap sesama. Sikap saling peduli harus terus dilakukan sebagai terapi untuk menghancurkan virus kebencian.

Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ali M. Abdillah mengatakan sikap saling memusuhi justru merusak perdamaian bangsa. Jangan sampai masyarakat mudah dipecah belah pihak tak bertanggung jawab.

"Bulan Ramadan sejatinya media penggodok diri bagi umat manusia untuk meleburkan akhlak buruk dalam dirinya," ujar Ali dalam keterangannya, Rabu (27/4).

Menurut Ali, akhlak buruk seringkali menjerumuskan manusia kepada keburukan dan bersifat destruktif baik kepada dirinya maupun sekelilingnya. Dalam konteks empati kepada sesama, Ali mengatakan, diwajibkan zakat untuk mereka yang membutuhkan.

"Zakat ini banyak sekali maknanya. Salah satunya adalah mengikis penyakit bathil, agar kita tidak kikir," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Al Rabbani Islamic College Cikeas ini.

Terakhir, Ali menambahkan, dengan berzakat dan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki, maka sebagai umat muslim telah melatih diri untuk memupuk rasa persaudaraan dengan kepedulian terhadap masyarakat. Sehingga akan terjalin harmoni serta mengikis rasa kebencian antar-sesama.

"Ketaqwaan dan kesalehan seorang umat itu akan bisa dilihat dari bagaimana bisa berbuat baik dengan sesama," tandasnya. [did]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel