Buat Harlah NU, PDIP Disebut Rumah Nusantara Berkemajuan

Agus Rahmat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Keputusan PDI Perjuangan untuk ikut merayakan Hari Lahir atau Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama (NU), mendapat sambutan positif. Termasuk dari kader muda Muhammadiyah di partai tersebut.

Seperti yang disampaikan Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia, Yayan Sopyani Al Hadi. Menurut dia, apa yang dilakukan ini adalah hal yang sangat positif, dan membuktikan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu sebagai rumah kebangsaan.

"Di hari kelahiran Nahdlatul Ulama (NU), sebagai anak Muhammadiyah, kami bangga dan sangat mengapresiasi PDI Perjuangan yang menyelenggarakan Harlah NU yang ke-95. Inilah wujud dan bukti betapa PDI Perjuangan benar-benar menjadi rumah Nusantara yang berkemajuan," kata Yayan, Sabtu 30 Januari 2021.

Baca juga: Jokowi Sebut Kontribusi Nahdlatul Ulama Nyata Bangun NKRI

NU adalah ormas yang juga mengusung Islam Nusantara. Sementara Muhammadiyah, mengusung Islam Berkemajuan.

"Sebagai anak-anak muda Muhammadiyah yang ada di PDI Perjuangan pula, kami mengucapkan selamat Hari Lahir NU yang ke-95. Semoga tetap istiqomah dalam menyebarkan ahlu sunnah dan dalam merawat NKRI," jelas salah satu Ketua Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) tersebut.

Ia merujuk pada riset yang sudah lama dilakukan Clifford Geertz, tentang adanya kelompok santri priyayi dan abangan. Kondisi seperti itu, masih tercermin dalam peta politik Tanah Air saat ini. Yakni antara kelompok agama dan kelompok nasionalis.

Menurut Yayan, dua kelompok sosial ini seringkali dibenturkan, bukan direkatkan sebagai dua elemen kekuatan bangsa Indonesia.

"Beruntung ada PDI Perjuangan, yang mewarisi semangat gotong-royong dan ruh persatuan dari Bung Karno yang berkobar-kobar. PDI Perjuangan mewujud sebagai rumah Nusantara bagi kelompok agama dan nasionalis," katanya.

Seorang yang memegang teguh agama dan keyakinannya, tetap bisa menjadi seorang yang nasionalis. Begitu juga yang berjiwa nasionalis dengan idiologi Bung Karno, tetap memegang teguh agamanya.

"Termasuk di dalamnya itu adalah kami anak-anak muda Muhammadiyah dan NU. Kami adalah seorang muslim dan juga seorang nasionalis," katanya.

Di dalam tubuh PDIP, ia mengaku kalau anak-anak muda Muhammadiyah dan NU sangat solid dan kokoh dalam menjalin ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia).

"Kami bersyukur, besar dan dibesarkan PDI Perjuangan. Lebih-lebih kami bersyukur, PDI Perjuangan sangat komitmen, konsisten dan teguh-kokoh dalam merawat kebhinnekaan dan keragaman dalam bingkai Darul Ahdi Wa Syahadah (sesuai konsensus bersama, menjunjung tinggi kebhinekaan)," katanya.