Buat Hitungan Belanja, Inilah Prediksi Besaran Harga Pangan versi Kementan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, berbagai proyeksi harga pangan. Mulai dari harga beras, jagung, gula pasir hingga minyak goreng.

Proyeksi harga pangan ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Kamis (18/3/2021).

Khusus harga pangan beras, Mentan memproyeksikan harga rata-rata beras di tingkat penggilingan dan eceran stabil hingga bulan Juni 2021, dengan tren penurunan relatif kecil antara 0,1-0,2 persen.

“Stabilnya harga beras pada awal tahun antara lain dipengaruhi stok beras nasional pada akhir 2020 sekitar 7,4 juta ton mencukupi kebutuhan beras nasional pada bulan Januari-Juni 2021, dan pada bulan Maret-April masuk masa panen dengan perkiraan produksi beras dalam negeri sekitar 9 juta ton,” kata Mentan.

Sementara untuk proyeksi harga jagung pipilan kering ditingkat panen sampai Juni 2021 cenderung mengalami peningkatan dengan tren rata-rata kenaikan kecil 0,016 persen.

Mentan memperkirakan harga jagung pipilan kering ditingkat petani pada minggu ke-4 Juni 2021 berada dikisaran Rp 3.786 per kilogram (kg).

Disisi lain Kementan juga memperkirakan harga komoditas gula pasir cenderung stabil hingga Maret 2021 dan akan kembali naik sampai Juni dengan rata-rata kenaikan 0,21 persen. Pada Juni 2021 diprediksi harga rata-rata gula pasir eceran berkisar pada Rp 13.800 per kilogram.

Untuk minyak goreng, Kementan menyebut harga rata-rata minyak goreng curah eceran diperkirakan sedikit naik hingga bulan Juni 2021 dengan rata-rata kenaikan sebesar 0,025 persen.

“Pada bulan Juni 2021 diprediksi harga minyak goreng curah berkisar pada Rp 12.600 per kilogram,” katanya.

Harga Pangan Lainnya

Pedagang sayuran menunggu pembeli di sebuah pasar di Jakarta, Rabu (1/4/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2020 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, salah satunya karena adanya kenaikan harga sejumlah makanan, minuman, dan tembakau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang sayuran menunggu pembeli di sebuah pasar di Jakarta, Rabu (1/4/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2020 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, salah satunya karena adanya kenaikan harga sejumlah makanan, minuman, dan tembakau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selanjutnya, untuk komoditas bawang merah, Kementan memproyeksikan harga bawang merah akan cenderung naik hingga akhir Juni 2021.

Kenaikan harga disebabkan karena bulan Maret baru memulai masa tanam dan juga dipengaruhi peningkatan permintaan jelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2021.

Ia menambahkan, berlaku juga untuk harga bawang putih pada akhir Juni cenderung naik, namun tidak signifikan.

“Harga perkiraaan eceran bawang merah pada Juni 2021 Rp 44 ribu lebih per kg dan bawang putih Rp 30 ribu lebih per kg,” ujarnya.

Namun berbeda dengan komoditas cabai rawit yang diperkirakan mengalami penurunan harga. “Untuk harga cabai rawit di tingkat konsumen diperkirakan awal Maret masih puncaknya harga, kemudian mulai minggu ke 2 Maret hingga akhir Juni 2021 tren menurun,” jelasnya.

Demikian itulah beberapa proyeksi Kementerian Pertanian mengenai ketersediaan bahan pokok yang disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR.

“Sekali lagi Kementerian Pertanian akan berkomitmen menjaga ketersediaan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2021,” pungkasnya.

Saksikan Video Ini