Buat polisi nakal, uang lebih menggiurkan dari suap seks

MERDEKA.COM,

Munculnya sosok Maharany dalam suap impor daging sapi, membuat isu suap seks terhadap para pejabat mencuat. Walau Maharany sudah membantah berkali-kali terlibat.

Bukan hanya pejabat, para penegak hukum dari lembaga peradilan dan kepolisian pun rentan melakukan hal tersebut. Walau begitu bagi anggota polisi, uang dinilai lebih menggiurkan daripada suap wanita.

"Menurut saya polisi rentan ke suap uang untuk suap seks belum ditemukan namun bukan berarti tidak ada," kata anggota Kompolnas Hamidah kepada merdeka.com lewat sambungan telepon, Jumat (8/2).

Namun Hamidah tak memungkiri, bahwa suap jenis ini lebih mudah dibandingkan dengan suap uang. Oleh karena itulah Kompolnas akan memasukan suap seks ini dalam agenda pengawasannya.

"Gratifikasi jenis ini menjadi salah satu agenda kita. Apalagi secara umum gratifikasi bentuk ini paling mudah diberikan dan didapat mungkin saja terjadi di polres atau polda," jelasnya lagi.

Sebelumnya, menurut Koordinator Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok menyebut para penegak hukum rawan akan gratifikasi seks.

"Saya ingin menyebut beberapa contoh kasus. Ini biasanya lazim terjadi bagi auditor, pengawas, penyidik kepolisian atau kejaksaan, atau penyelenggara negara datang ke daerah. Atau, penyelenggara negara ketika datang ke instansi tertentu" katanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.