Buaya Besar Mati Terdampar di Pinggir Sungai Mentaya Kalteng

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seekor buaya muara ditemukan mati terdampar di pinggir Sungai Mentaya di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Pagi ini warga menemukan buaya tersebut hanyut dan terdampar di pinggir sungai dalam kondisi sudah mati. Bangkai buayanya sudah diikat supaya tidak hanyut lagi," kata Kepala Desa Bangkuang Makmur, Fitriannur di Sampit, Minggu, 2 Mei 2021.

Penemuan bangkai buaya itu menjadi perhatian warga setempat. Selama ini, satwa buas itu memang menjadi ancaman bagi warga ketika beraktivitas di sungai.

Buaya dengan panjang lebih dari tiga meter itu ditemukan warga di sekitar Pelabuhan Belanti. Warga kaget melihat seekor buaya di pinggir sungai, namun setelah didekati reptil buas itu tidak bergetar dan ternyata sudah mati.

Belum diketahui penyebab kematian si buaya. Namun diperkirakan buaya itu belum lama mati karena kondisinya belum terlalu membengkak.

"Ini saya sedang berusaha menghubungi pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) untuk melaporkan temuan ini. Nanti bagaimana petunjuk dari mereka untuk selanjutnya karena mereka yang berwenang terkait masalah ini," kata Fitriannur.

Menyerang warga

Populasi buaya di Sungai Mentaya diperkirakan masih cukup banyak sehingga mencemaskan masyarakat karena sudah sering terjadi serangan buaya terhadap manusia.

Data BKSDA Kalimantan Tengah, selama 2020, tercatat 11 kasus serangan buaya di Kotawaringin Timur, meski tidak sampai merenggut nyawa. Pada awal 2021, seorang nenek bernama Bahriah (74), warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tangan kirinya putus dan kaki kirinya patah setelah buaya besar menerkam tangannya saat dia mencuci tangan usai buang air besar di pinggir Sungai Mentaya.

Pada pertengahan Februari 2021, warga Desa Bangkuang dikagetkan dengan kemunculan seekor buaya besar di pinggir sungai yang sedang memakan bangkai biawak. Kejadian ini sempat diabadikan seorang warga dan videonya beredar di masyarakat.

BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit kemudian turun ke lokasi dan memasang spanduk imbauan waspada serangan buaya. Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di sungai, khususnya saat hari sudah gelap karena rawan serangan buaya. (ant)