Buaya Pemangsa Manusia, 4 Meter Kok Dibilang Kecil?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Batam - Seekor buaya muara ditangkap warga Jaloh Pulau Rempang. Ia ditangkap menyusul tewasnya Jati, warga Jaloh, Kecamatan Bulang, Kota Batam.

Menurut Arifin, Ketua RW 03 Jaloh, buaya itu ditangkap di laut. Maksudnya masuk perairan laut.

"Benar, tadi malam warga ramai-ramai menangkap buaya di laut," kata Arifin pada Kamis, 30 Desember 2021.

Buaya yang ditangkap ini memiliki panjang 4 meter. Dan ini adalah buaya terkecil dibanding buaya lain yang berkeliaran di area itu.

"Kecil ini buayanya, kurang lebih empat meter. Masih ada yang lain bukan satu itu saja," kata Arifin.

Warga meyakini buaya liar nan ganas yang berkeliaran itu jumlahnya mencapai lima hingga enam ekor. Semua berkeliaran di perairan Pulau Jaloh. Karenanya warga merasa belum aman meski sudah ada yang ditangkap.

"Belum aman ini, masih belum habis buayanya. Saya lihat sendiri, kurang lebih 5 sampai 6 ekor," kata Arifin.

Memang usai kejadian tewasnya Jati, masyarakat kampungnya dan secara umum warga pulau Jaloh takut beraktivitas di laut. Mereka khawatir mengalami nasib sepertti Jati.

“Mau nebang kayu, mau melaut, tak ada yang berani karena buaya sering timbul," kata Arifin.

Arifin berharap ada perhatian dari negara karena warga butuh perasaan aman.

“Saya rasa ini masalah sangat serius. Semoga buaya-buaya ini cepat habis dan pemerintah atau siapapun yang punya wewenang bisa membantu menciptakan rasa aman bagi warga. Mudah-mudahan segera normal kayak dulu,” kata Arifin.

Sebelumnya pada Senin, 20 Desember 2021, Jati bin Gawang, diduga dimangsa oleh seekor buaya di sungai Gading, Jaloh, Bulang, Batam saat akan mencari kayu. Saat ditemukan oleh warga Selasa (21/12) 4.00 WIB, tubuhnya sudah dalam kondisi tidak utuh. Bagian perut ke bawah dan satu tangan korban sudah habis dan diduga dimangsa buaya.

Simak video pilihan berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel