Bubur Sup Khas India Muslim Tetap Eksis Meski Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Puasa Ramadan 1442 Hijriah atau 2021 menjadi yang kedua kalinya berlangsung di tengah situasi pandemi virus corona Covid-19. Meski demikian, salah satu menu khas berbuka puasa bubu sup khas India Muslim tetap eksis.

Ketua Yayasan Masjid India Muslim, Muhammad Sidik Saleh mengatakan, bubur sup khas India Muslim menjadi menu wajib yang dihidangkan di masjid selama Ramadan. Budaya menyantap bubur sup sudah ada secara turun-temurun di Kampung Madras, Kota Medan.

"Pada Ramadan kali ini kita membagikan 500 porsi bubur sup untuk menu berbuka puasa kepada tiga masjid," kata Sidik, Sabtu (24/4/2021).

Ketiga masjid tersebut yakni Masjid Ghaudiyah, Jalan KH Zainul Arifin, Masjid Jamik, Jalan Taruma, dan Masjid Taj’ul, Jalan Teuku Cik Di Tiro. Ketiga masjid berlokasi tidak berjauhan, dan masih dalam kawasan Kampung Madras.

"Bubur dibuat atau dimasak di Masjid Ghaudiyah, kemudian dibagi-bagikan ke Masjid Jamik dan Masjid Taj’ul," ucapnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Menu Favorit

Bubur sup khas India Muslim selalu menjadi menu favorit bagi warga Medan yang mayoritas keturunan India
Bubur sup khas India Muslim selalu menjadi menu favorit bagi warga Medan yang mayoritas keturunan India

Diterangkan Sidik, bubur sup khas India Muslim selalu menjadi menu favorit bagi warga Medan yang mayoritas keturunan India. Cita rasanya yang khas, membuat bubur ini juga banyak diminati masyarakat yang tidak hanya keturunan India saja.

"Bubur ini sudah ada di Medan lebih dari setengah abad. Kita punya program masak bubur sup ini setiap Ramadan. Saat saya kecil, sudah ada bubur sup ini. Setahu saya, sudah 50 tahun-an," terangnya.

Diungkapkannya, sudah 2 tahun berturut pihaknya membagikan bubur sup ke tiga masjid. Terbanyak Masjid Jamik berkisar 300 hingga 350 porsi. Karena setiap Ramadan, banyak yang berbuka di masjid tersebut.

"Mulai dari penarik bentor, ojek, dan warga yang singgah untuk berbuka puasa," ungkapnya.

Habiskan 10 Kg Beras

Ilustrasi beras (dok.unsplash/ Pierre Bamin)
Ilustrasi beras (dok.unsplash/ Pierre Bamin)

Sidik menuturkan, dalam sehari pihaknya menghasilkan 500 porsi bubur sup, yang menghabiskan sekitar 10 Kilogram (Kg) beras. Namun, jumlah ini tergolong masih kurang karena banyaknya antusias masyarakat pada Ramadan kali ini.

"Tahun lalu 6 sampai 7 kilo, dan sekarang sampai 10 kilo beras," ujarnya.

Bubur sup digemari semua kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua. Ramadan tahun ini pihak Yayasan Masjid India Muslim setiap akhir pekan jmelaksanakan tradisi acara buka puasa bersama, yang disebut Muri.

Campuran Bubur Sup

ilustrasi bumbu dan rempah/unsplash
ilustrasi bumbu dan rempah/unsplash

Juru masak bubur sup, Salma mengatakan, bubur sup khas India Muslim mengandung campuran beras yang dimasak bersamaan dengan bahan lain seperti daging kambing, wortel, tomat, dan daun sup.

"Untuk pilihan jenis rempah dan bumbu juga berbeda dengan sup daerah lain," sebut Salma.

Diakui Salma, dirinya sudah dipercaya menjadi juru masak selama 7 Ramadan berturut. Selain harus bisa menyeimbangkan rasa dan komposisi bahan, kesabaran menjadi kunci masakannya terasa lezat.

"Butuh 6 hingga 7 jam untuk bisa memastikan sup benar-benar matang. Penggemar bubur ini juga tidak hanya orang India," Salma menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini: