Budaya Indonesia ditampilkan dalam "Spouse Program" KTT G20

Keberagaman budaya Indonesia ditampilkan dalam Spouse Program di sela-sela KTT G20 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Selasa.

Kegiatan tersebut diikuti oleh tujuh pasangan kepala negara G20 yaitu suami Presiden Komisi Eropa Heiko von der Leyen, istri Perdana Menteri Spanyol Maria Begona Gomez Fernandez, Ibu Negara China Peng Liyuan, Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon-hee, istri Perdana Menteri Jepang Yuko Kishida, Ibu Negara Turki Emine Erdogan, serta tentunya Ibu Negara Iriana Joko Widodo selaku tuan rumah.

“Acara berjalan selama 2,5 jam dengan kondisi cuaca cukup bersahabat. Para spouses terlihat sangat menikmati ragam budaya dan tradisi Indonesia, dari Aceh hingga Papua, yang kami hadirkan dalam acara ini,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.

Mengangkat tema “The Journey: Indonesian Sustainable Living Culture”, kegiatan Spouse Program menyajikan budaya hidup berkelanjutan di Indonesia di mana manusia dan alam hidup secara harmonis.

Acara tersebut juga memperkenalkan keragaman budaya, mengedepankan isu kelestarian lingkungan, partisipasi gender dan komunitas, serta keterlibatan UMKM ekonomi kreatif.

Angela menjelaskan bahwa Spouse Program KTT G20 dibalut melalui pengalaman yang melibatkan lima panca indera melalui pertunjukan musik tradisional (mendengar); pertunjukan tari Merak, Pendet, dan Tor Tor (melihat); aromaterapi yang berbahan rempah dan tanaman khas Indonesia (mencium).

Selain itu juga ditampilkan batik dan tenun dari berbagai daerah dengan menghadirkan langsung para pengrajinnya (meraba); serta kopi yang dibuat langsung oleh para pasangan kepala negara (mengecap).

“Kita berharap Spouse Program menjadi momentum bagi kita untuk menampilkan keberagaman dan kebhinekaan Indonesia, serta menjadi medium pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia dengan melibatkan pasangan beberapa kepala negara G20 yang mendapat perhatian dari masyarakat internasional,” ujar Angela.

Indonesia menyelenggarakan KTT G20 pada 15-16 November 2022 sebagai puncak Presidensi G20 dengan mengangkat tema "Recover Together, Recover Stronger".

Baca juga: Mitra Seni Indonesia gelar acara seni budaya di Post Summit Event W20

Baca juga: GWK siap 100 persen sambut KTT G20