Budaya Narsistik Remaja, Instagram Tempatnya

Dian Lestari Ningsih, nidaah
·Bacaan 2 menit

VIVA“Narcissist don't change because they don't want to change. They want to keep on using and abusing because it gets them the attention they so desperately crave.” –Anne McCrea

Pernahkah kamu melihat atau menemukan remaja yang sering mengunggah foto atau videonya di media sosial? Atau membaca bahkan mendengar remaja yang gemar membanggakan dirinya sendiri di depan orang lain?

Hal itu bisa mengarah pada narsistik. Instagram sebagai salah satu media sosial menjadi tempat yang paling sering digunakan para remaja untuk menampilkan sisi narsistiknya. Dalam psikologi, narsistik disebut sebagai salah satu gangguan kepribadian.

Kernberg (dikutip dari Widiyanti dkk., 2017) mengungkapkan bahwa perilaku narsisme terjadi ketika adanya kerancuan antara diri yang ideal dan diri sejati. Kekeliruan yang dihadapi remaja ini dan penggunaan instagram sebagai wadahnya bukan tanpa sebab, melainkan ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya.

Mengapa Remaja Cenderung Memiliki Perilaku Narsistik?

Remaja identik dengan saat-saat munculnya minat, mencoba sesuatu yang baru, mengembangkan fantasi dan memperbarui penampilan. Kernan (dikutip dari Permadi dkk., 2019) mengatakan bahwa penampilan diri di hadapan teman-teman sebaya merupakan minat utama remaja dalam melakukan sosialisasi.

Bentuk perwujudan dari hal-hal tersebut tentu berbeda-beda, salah satunya bisa mengarah pada perilaku narsistik. Perilaku tersebut akan membuat remaja berusaha mengerjakan sesuatu sekeras mungkin untuk mendapatkan perhatian, pujian, dan pengakuan dari teman - teman sebaya atau orang – orang di sekitarnya.

Instagram Sebagai Ajang Narsistik Remaja

Kebanyakan remaja mengunggah foto atau video tentang penampilan, hasil, nilai, atau penghargaan terbaik yang didapatkan, buku-buku yang sedang dibaca, liburan atau makan di suatu tempat, dan masih banyak lagi.

Di balik unggahan foto atau video tersebut, tak jarang ada tujuan tersirat, yaitu ingin mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang-orang sekitarnya. Terlebih lagi Indra (dikutip dari Kusuma dkk., 2019) mengatakan bahwa keunggulan dari media sosial instagram adalah fitur like dan followers yang mampu menampilkan sisi narsistik dari pengguna media sosial.

Yuk Hindari Perilaku Ini!

Orang dengan perilaku narsis tidak hanya senang mengunggah fotonya di instagram, tetapi juga senang membanggakan dirinya sendiri secara berlebih-lebihan di depan orang lain.

Sering kali para narsistik tidak senang atas prestasi yang didapat oleh orang lain karena dia merasa dirinyalah yang paling hebat, ia juga menganggap bahwa kepentingannya berada di atas kepentingan orang lain atau ia hanya tertarik dengan kesenangan pribadinya.

Selain itu, Vazire dan Funder (dikutip dari Hartawi, E. & Yusra, Z., 2018) menyatakan bahwa individu yang narsis menunjukkan perilaku seperti pamer, menghina orang lain, berpikir bahwa kesuksesan yang diraihnya karena kemampuannya sendiri, sedangkan kegagalan disebabkan oleh orang lain atau faktor lain di luar dirinya.

Maka dari itu, cintai diri sendiri dengan porsi yang pas! Jangan terlalu berlebih – lebihan apalagi sampai menganggap diri sendiri lebih hebat dari orang lain. Selain itu, tidak semua hal harus diunggah di media sosial, bijaklah dalam menggunakan media sosial karena kita tidak pernah tahu apa yang akan dilakukan seseorang setelah melihat unggahan foto atau video kita.